Polisi Olah TKP 4 Pekerja Proyek Tewas saat Kuras Penampungan Air di Jaksel

Polisi Olah TKP 4 Pekerja Proyek Tewas saat Kuras Penampungan Air di Jaksel

Berita Utama | inews | Sabtu, 4 April 2026 - 16:36
share

JAKARTA, iNews.id - Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) empat pekerja tewas saat menguras tempat penampungan air di gedung proyek Jalan TB Simatupang, Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel). Garis polisi pun telah dipasang di lokasi tersebut.

"Langkah-langkah yang telah dilakukan, yaitu mengamankan TKP, memasang garis polisi (police line), dan tim identifikasi melakukan olah TKP di tempat kejadian," ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Chepy Rusmanto kepada wartawan, Sabtu (4/3/2026).

Menurutnya, polisi juga tengah memeriksa saksi-saksi dan telah mengevakuasi korban meninggal dan sesak napas ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. 

Keempat korban meninggal berinisial YN (32) asal Subang, MW (62) asal Cianjur, TS (63) asal Bandung Barat, dan MF (19) asal Bandung Barat. Sedangkan tiga korban sesak napas merupakan pekerja asal Purwakarta berinisial UJ (41), AJ (37), dan SN (63).

"Penyidik saat ini tengah menyelidiki peristiwa kecelakaan kerja yang terjadi di sebuah proyek bangunan bertingkat di Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat tersebut. Peristiwanya sendiri terjadi pada Jumat, 3 April 2026 kemarin pukul 10.00 WIB," tuturnya.

Dia menerangkan, para pekerja tengah mengerjakan proyek bangunan bertingkat pada renovasi gedung. Namun, dia belum bisa berbicara banyak karena kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh polisi.

"Penyebab meninggalnya korban itu apa, masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut, korban meninggal masih dalam proses identifikasi di RS, korban sesak napas juga masih dalam penanganan medis," katanya.

Sementara itu, Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi menjelaskan, peristiwa bermula ketika mandor meminta pekerja untuk menguras tempat penampungan air bersih di lantai dasar. Saat proses pembongkaran tutup tangki, pekerja justru terjatuh ke dalam lubang penampungan tersebut.

"Pada saat proses pekerjaan pembongkaran penutup, korban terjatuh dalam lubang gelonteng," kata Nurma dalam keterangannya, Jumat (3/4/2026).

Menurut dia, rekan kerja korban berupaya menolong tanpa menggunakan perlengkapan keselamatan. Namun, justru ikut terjatuh ke dalam lubang tersebut.

"Sempat ditolong oleh rekan kerjanya tapi tidak menggunakan perlengkapan safety. Rekan kerja korban ikut terjatuh kedalam gelonteng," tutur dia.

Mengetahui kejadian tersebut, kata Nurma, mandor proyek lantas meminta pekerja lain untuk mengevakuasi korban yang terjatuh. Saat proses evakuasi, pekerja lain merasakan hawa panas di sekitar penampungan air tersebut.

"Kemudian mandor meminta tolong saksi untuk mengevakuasi korban yang berada dalam gelonteng. Pada saat evakuasi korban, saksi merasakan hawa panas dan engab di sekitar gelonteng," ucap dia. 

Nurma menyebut empat pekerja yang jatuh ke dalam tempat penampungan air itu dinyatakan tewas. Para korban diduga menghirup gas.

"Korban yang terjatuh berjumlah 4 orang dan 3 orang sesak napas disebabkan hawa panas dan bau dari gelonteng," ucap dia. 

Topik Menarik