Timnas Indonesia Kalah Tipis dari Bulgaria, John Herdman: Tidak Ada Tim Impian!

Timnas Indonesia Kalah Tipis dari Bulgaria, John Herdman: Tidak Ada Tim Impian!

Berita Utama | okezone | Selasa, 31 Maret 2026 - 08:05
share

PELATIH Timnas Indonesia, John Herdman, mengakui timnya belum memiliki susunan pemain yang ideal usai final FIFA Series 2026. John Herdman menyebut skuad Garuda masih dalam tahap pengembangan untuk turnamen berikutnya. 

Timnas Indonesia harus puas sebagai runner-up setelah kalah tipis 0-1 dari Bulgaria di final FIFA Series 2026. Pertandingan itu berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta pada Senin 30 Maret 2026 malam WIB.

Timnas Indonesia kalah 0-1 dari Bulgaria di Final FIFA Series 2026. (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)

1. Timnas Indonesia Bermain Lebih Baik ketimbang Bulgaria

Timnas Indonesia sejatinya mampu mengontrol laga dengan baik. Namun, Lavovete -julukan Timnas Bulgaria- dapat memaksimalkan peluang sehingga mencetak satu-satunya gol via penalti Marin Petkov pada menit 37.

Dalam pertandingan tersebut, Timnas Indonesia menurunkan Emil Audero sebagai penjaga gawang utama. Lini belakang diisi Rizky Ridho, Jay Idzes, dan Justin Hubner sejak menit awal.

Di lini lainnya, John Herdman memainkan Ramadhan Sananta, Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen, Joey Pelupessy, Calvin Verdonk, Nathan Tjoe-A-On, serta Kevin Diks. Komposisi ini menjadi salah satu eksperimen dalam mencari kombinasi terbaik tim.

Memasuki babak kedua, John Herdman melakukan sejumlah pergantian pemain untuk mengubah strategi permainan. Ivar Jenner masuk menggantikan Ramadhan Sananta pada menit ke-46.

Perubahan lain dilakukan dengan memasukkan Elkan Baggott menggantikan Nathan Tjoe-A-On serta Elliano Reijnders menggantikan Ragnar Oratmangoen pada menit ke-59. Pergantian ini dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan taktik di lapangan.

Dony Tri Pamungkas kemudian masuk pada menit ke-73 menggantikan Justin Hubner. Beckham Putra menyusul masuk pada menit ke-79 menggantikan Joey Pelupessy.

Usai pertandingan, John Herdman menegaskan dirinya masih terus mencari komposisi terbaik tim. Pelatih berpaspor Inggris itu menilai proses ini membutuhkan waktu dan tidak bisa ditentukan secara instan.

 

"Jika Anda bertanya kepada saya pada 2018 saat saya mengambil alih tim nasional Kanada, bagaimana tim itu akan terlihat pada 2022, itu benar-benar berbeda dari yang saya mulai. Ini bagian dari perjalanan yang akan kami jalani," jelas John Herdman dalam konferensi pers pascalaga, Senin 30 Maret 2026.

John Herdman menambahkan tidak semua pemain akan bertahan dalam jangka panjang. Mantan pelatih Timnas Kanada itu menekankan pentingnya persaingan sehat untuk meningkatkan kualitas tim.

"Beberapa pemain akan tetap, sebagian lainnya akan melanjutkan perjalanan ini dan terus berjuang untuk Timnas Indonesia serta meningkatkan kualitas. Tetapi, kami harus memenangkan pertandingan," terang John Herdman. 

2. Wajib Cari Pemain Berkarakter Kuat

Pelatih berusia 50 tahun itu juga menegaskan pentingnya mencari pemain dengan karakter kuat. John Herdman menyebut aspek mental dan semangat juang menjadi faktor utama dalam membangun tim.

"Saya harus menemukan pemain yang memiliki keinginan mutlak, naluri membunuh, semangat, dan kemauan untuk datang ke sini, berjuang, untuk memastikan kami lolos ke 2030. Itu misi kami," tegas John Herdman. 

Menurutnya, terlalu dini untuk menentukan susunan ideal pada tahun pertama kepelatihannya. John Herdman menilai proses pembentukan tim masih berada pada tahap awal.

"Saya tidak bisa mengatakan sekarang tim impian pada tahun pertama saya. Indonesia baru saja memulai. Kami punya lebih banyak potensi dan pemain baru akan muncul. Kami akan melihat pemain di Eropa dan pemain lokal," ujar John Herdman. 

"Saya percaya tim yang Anda lihat sekarang akan berbeda seiring waktu. Tidak ada tim impian. Tim ini akan menjadi lebih baik, akan berkembang, dan kami akan menemukan lebih banyak pemain baru," pungkas pelatih yang membawa Timnas Kanada lolos Piala Dunia 2022.

Topik Menarik