Eropa Terancam Kelangkaan BBM Bulan Depan! Peringatan Keras Efek Perang AS-Israel vs Iran

Eropa Terancam Kelangkaan BBM Bulan Depan! Peringatan Keras Efek Perang AS-Israel vs Iran

Berita Utama | sindonews | Senin, 30 Maret 2026 - 07:29
share

Krisis energi global memasuki babak baru yang mengkhawatirkan. CEO Shell, Wael Sawan mengeluarkan peringatan keras bahwa negara-negara Eropa berpotensi menghadapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) mulai April 2026.

Peringatan ini muncul menyusul meluasnya dampak perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang telah melumpuhkan fasilitas energi utama di kawasan Teluk dan menghentikan hampir seluruh lalu lintas maritim di Selat Hormuz.

Perang AS-Iran menimbulkan efek domino, mulai dari krisis avtur, diesel hingga bahan bakar minyak atau bensin. Sawan menjelaskan, bahwa gangguan pasokan telah mulai menghantam sektor penerbangan melalui kelangkaan bahan bakar jet (avtur). Namun ancaman berikutnya jauh lebih luas.

Baca Juga: Krisis Energi Global Kian Nyata, Rusia Setop Ekspor BBM Mulai 1 April 2026"Asia Selatan adalah yang pertama merasakan dampaknya. Krisis ini kemudian bergerak ke Asia Tenggara, Asia Timur Laut, dan kini merambah ke Eropa seiring kita memasuki bulan April," ujar Sawan dalam konferensi energi di Houston seperti dilansir RT.

Setelah avtur, pasokan diesel diprediksi akan menjadi korban berikutnya, disusul oleh bensin, tepat saat musim berkendara (summer driving season) dimulai di Eropa. Kondisi di Asia saat ini sudah sangat kritis.

Beberapa negara seperti Sri Lanka, Bangladesh, dan Pakistan telah menerapkan rasionalisasi BBM dan pengurangan jam kerja. Sementara itu raksasa ekonomi seperti Jepang dan Korea Selatan terpaksa merilis cadangan minyak strategis mereka.

Meskipun Eropa memiliki sumber alternatif dari Amerika Serikat (AS), Norwegia, dan Afrika Utara, persaingan ketat dengan pembeli Asia membuat harga minyak meroket. Pasokan global yang sangat terbatas membuat kargo minyak menjadi rebutan dengan harga penawaran tertinggi.

Baca Juga: Filipina Umumkan Darurat Energi, Purbaya Ungkap Kondisi di Indonesia

Krisis ini memicu perdebatan panas di internal Uni Eropa (UE) mengenai kemungkinan kembali melirik pasokan dari Rusia. Sebelum tahun 2022, Rusia memasok hampir seperempat kebutuhan minyak blok tersebut. Namun saat ini, jalur utama yang tersisa yakni Pipa Druzhba melalui Ukraina masih terganggu sejak akhir Januari. Kondisi tersebut diperparah oleh ketegangan politik antara Ukraina dengan Hungaria dan Slovakia yang menuduh Kiev sengaja menghentikan aliran minyak.

Akan tetapi Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen dengan tegas menolak ide tersebut. Ia menyatakan bahwa kembali bergantung pada energi Rusia adalah sebuah "kesalahan strategis."

Jika prediksi CEO Shell ini terwujud pada April besok, masyarakat global kemungkinan besar akan menghadapi lonjakan harga tiket pesawat, akibat dari kelangkaan avtur yang sudah terjadi.

Topik Menarik