Arus Keluar-Masuk Tasikmalaya via Lingkar Gentong Macet, Polisi Rekayasa Lalin
TASIKMALAYA - Arus lalu lintas kendaraan menuju Lingkar Gentong dan sebaliknya terpantau padat merayap pada Minggu (29/3/2026) atau H+8 arus balik Lebaran. Penumpukan kendaraan roda dua, roda empat hingga bus di beberapa titik kemacetan, sehingga jajaran Polres Tasikmalaya Kota melakukan rekayasa lalu lintas berupa penarikan arus dari arah Simpang Sukamantri menuju Lingkar Gentong atas dan sebaliknya.
Pantauan di lokasi, kemacetan mengular telah terjadi sejak pukul 10.00 hingga 12.30 WIB. Pangkal kemacetan terlihat di Simpang Pamoyanan, yang menjadi persimpangan arus dari arah Tasikmalaya ke Garut-Bandung dan arah sebaliknya. Kemacetan juga terjadi dari arah Tasikmalaya menuju Ciamis.
Kendaraan yang dapat melaju cukup lancar hanya kendaraan roda dua. Pemotor melaju di bahu jalan secara perlahan. Sementara itu, mobil dan bus hanya bergerak sesekali, bahkan sempat berhenti selama 4 menit.
Adapun kepolisian mengurai kemacetan dengan melakukan penarikan arus yang dimulai dari arah Tasikmalaya ke Ciamis lebih dahulu, yakni dari depan SPBU Pos Budiman hingga kawasan Sukamantri. Sekitar 15 menit, personel menguras lalu lintas kendaraan.
Setelah arus dari arah Lingkar Gentong atas cukup lengang, kepolisian kemudian memperbolehkan kendaraan dari arah Ciamis melaju di dua jalur selama 20 menit. Setelah rekayasa lalu lintas diterapkan, arus kendaraan dari kedua arah sempat lancar, namun kembali ramai lancar dan sesekali padat.
"Kemungkinan hari ini menjadi puncak arus balik terakhir karena melihat dari pada kendaraan yang dari arah Jawa masih tersisa 9 persen. (Juga) karena di sini adanya pusat keramaian ataupun jalur wisata, yang mana yang melintasi Kota Tasikmalaya ini ada trouble spot yang di Simpang Tiga Pamoyanan sama Simpang Tiga Sukamantri tentunya," kata Kasat Lantas Polres Tasikmalaya Kota AKP Riki Kustiawan, Minggu (29/3/2026).
Penerapan rekayasa lalu lintas yang memperbolehkan kendaraan melaju di dua jalur ini, kata Riki, bukan merupakan sistem one way, melainkan penarikan arus.
"Untuk hari ini belum ada pemberlakuan one-way, cuma hanya penarikan, pager betis untuk anggota supaya menguras yang dari arah timur untuk memperlancar yang dari arah timur ke baratnya," kata dia.



