Berubah Pikiran, Trump Tiba-Tiba Ingin Negosiasi dengan Iran

Berubah Pikiran, Trump Tiba-Tiba Ingin Negosiasi dengan Iran

Berita Utama | inews | Selasa, 24 Maret 2026 - 06:06
share

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara mengejutkan berubah sikap dengan membuka peluang negosiasi dengan Iran. Padahal sebelumnya Trump bersikeras menolak dialog, bahkan mengancam akan menyerang fasilitas energi Iran jika tuntutannya tidak dipenuhi.

Perubahan sikap itu terlihat setelah Trump mengumumkan penundaan serangan terhadap pembangkit listrik dan fasilitas energi Iran. Dia mengklaim terjadi kemajuan signifikan dalam pembicaraan antara kedua pihak, yang disebut berlangsung produktif selama akhir pekan.

Dalam pernyataannya di Truth Social, Senin (23/3/2026), Trump menyebut komunikasi antara AS dan Iran membuka peluang penyelesaian konflik secara menyeluruh di kawasan Timur Tengah.

Langkah ini bertolak belakang dengan sikap Trump beberapa hari sebelumnya. Dia sempat memberi ultimatum 48 jam kepada Iran untuk membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz atau menghadapi serangan militer. Bahkan, Trump juga menegaskan tidak akan melakukan negosiasi maupun gencatan senjata.

Namun pada Jumat lalu, retorikanya mulai melunak dengan membuka kemungkinan dialog. 

“Kita bisa berdialog, tapi saya tidak ingin melakukan gencatan senjata,” ujarnya, saat itu.

Sementara itu, ketegangan di kawasan belum mereda. Iran sebelumnya mengancam akan menjadikan Teluk Persia sebagai medan perang jika fasilitas energinya diserang. Teheran juga memperingatkan akan memasang ranjau untuk memblokade jalur pelayaran penting bagi dunia tersebut serta menyerang pembangkit listrik Israel sebagai respons.

Trump memberi tambahan waktu selama 5 hari untuk melanjutkan proses dialog tersebut.

Topik Menarik