Megawati Kirim Surat Duka atas Wafatnya Khamenei, Tegaskan Sikap Politik Luar Negeri Bebas Aktif
JAKARTA, iNews.id - Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengirimkan surat dukacita atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Surat duka tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus pernyataan solidaritas.
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bersama Ketua DPP Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah menyerahkan langsung surat tersebut ke Kedutaan Besar Republik Islam (KBRI) Iran di Jakarta, Selasa (3/3/2026) pukul 15.20 WIB. Surat tersebut diterima Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi.
Hasto dalam kesempatan itu menegaskan, sikap yang disampaikan Megawati dalam surat tersebut merupakan cerminan garis ideologis PDI Perjuangan yang berlandaskan Pancasila dan konstitusi.
"PDI Perjuangan berpikir, bersikap dan bertindak dengan menjalankan Ideologi Pancasila baik bagi rakyat Indonesia maupun dunia. Sikap itulah yang disampaikan Ibu Megawati Soekarnoputri ketika menyampaikan surat duka cita atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah Ali Khamenei," kata Hasto.
Dia menambahkan, Pembukaan UUD 1945 secara tegas menyatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa, sehingga penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena bertentangan dengan prinsip perikemanusiaan dan perikeadilan. Menurut Hasto, pandangan tersebut menjadi doktrin politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dianut Indonesia.
"Sikap itulah yang menjadi doktrin politik luar negeri bebas aktif," kata Hasto.
Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu, 28 Februari 2026. Kabar tersebut dikonfirmasi media Iran, Tasnim dan Fars, sehari kemudian.
Televisi pemerintah Iran menyebut Khamenei berada di kompleks kediamannya di Teheran saat serangan terjadi. Pemerintah Iran menetapkan 40 hari masa berkabung nasional dan tujuh hari libur untuk mengenang pemimpin tertinggi tersebut.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), seperti dikutip Kantor Berita Fars, menyatakan duka mendalam atas wafatnya Khamenei dan menyebutnya sebagai syahid dalam pernyataan resminya.










