LPDP Wajib Pulang, Ini 12 Beasiswa Tanpa Syarat Balik ke Indonesia
Kasus alumni LPDP, Dwi Sasetyaningtyas, yang viral karena pernyataannya terkait kewarganegaraan anaknya, serta suaminya Arya Iwantoro yang disebut belum kembali ke Indonesia dan mangkir dari tugas pengabdian, masih menjadi sorotan publik. Polemik ini kembali memunculkan pembahasan soal kewajiban pulang bagi penerima beasiswa negara.
Sebagai informasi, beasiswa LPDP memang mewajibkan awardee kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi dengan skema 2N+1, yakni masa pengabdian dua kali masa studi ditambah satu tahun.
Baca juga: Purbaya Blacklist Permanen Awardee LPDP Viral, Dilarang Bekerja di Instansi Pemerintah
Jika penerima beasiswa mangkir dari kewajiban tersebut, maka akan dikenakan sanksi pengembalian dana beserta bunga sepanjang masa studi yang dibiayai negara.
Baca juga: Kronologi Sanksi Alumni LPDP Viral dari Purbaya, Blacklist Permanen dan Balikin Dana BeasiswaBerbeda dengan LPDP, terdapat sejumlah beasiswa luar negeri yang tidak mewajibkan penerimanya untuk kembali ke Indonesia setelah lulus. Program-program ini bisa menjadi alternatif bagi pelajar yang ingin mengembangkan karier dan menetap di luar negeri.
Dikutip dari Instagram @ieltspresso, berikut 12 beasiswa luar negeri yang tidak mewajibkan pulang ke Indonesia:
12 Beasiswa Tanpa Syarat Balik ke Indonesia
1. Swiss Government Excellence Scholarship
Beasiswa dari Pemerintah Swiss untuk jenjang S3. Persyaratan IELTS menyesuaikan jurusan yang dipilih. Informasi resmi tersedia melalui State Secretariat for Education, Research and Innovation (SERI) Swiss.
2. KAUST Fellowship
Program beasiswa S2 dan S3 dari King Abdullah University of Science and Technology (KAUST). Syarat IELTS minimal 6,5.
3. Danish Government Scholarship
Beasiswa S2 di Denmark dengan syarat IELTS sesuai ketentuan masing-masing program studi.
4. Lester B. Pearson International Student Scholarships
Beasiswa S1 bergengsi di University of Toronto, Kanada. Syarat IELTS minimal 6,5.
5. Rhodes Scholarship – University of Oxford
Program beasiswa prestisius untuk S2 dan S3 di University of Oxford, Inggris. Syarat IELTS minimal 7,5.
6. VLIR-UOS Scholarship
Beasiswa S2 untuk studi di Belgia dengan syarat IELTS minimal 6,5.
7. Graduate Research Scholarships – University of Melbourne
Program S2 dan S3 di University of Melbourne, Australia. Syarat IELTS mengikuti ketentuan jurusan.
8. Global Korea Scholarship (GKS)
Beasiswa Pemerintah Korea Selatan untuk jenjang S1 hingga S3. Skor IELTS 5.0 dapat menjadi nilai tambah dalam seleksi.
9. Knight-Hennessy Scholars – Stanford University
Beasiswa S2 dan S3 di Stanford University, Amerika Serikat. Persyaratan IELTS menyesuaikan program.
10. MEXT Scholarship
Beasiswa Pemerintah Jepang untuk jenjang S1 hingga S3. Syarat IELTS minimal 5,5.
11. SINGA Scholarship
Program S3 di Singapura yang dikelola oleh A*STAR dan sejumlah universitas ternama. Persyaratan IELTS sesuai jurusan.
12. Gates Cambridge Scholarship
Beasiswa S2 dan S3 di University of Cambridge, Inggris. Syarat IELTS minimal 7,5.
Keberadaan beasiswa tanpa kewajiban pulang ini membuka peluang bagi pelajar Indonesia yang ingin membangun jaringan internasional serta meniti karier global tanpa terikat kontrak pengabdian dalam negeri.










