Waketum MUI Dukung Larangan Sweeping Rumah Makan saat Ramadan di Jakarta
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menekankan pentingnya hormat-menghormati agama lain, khususnya pada bulanRamadan. Anwar Abbas menekankan pentingnya sikap saling menghormati antarpemeluk agama.
Hal itu disampaikan Anwar Abbas merespons pernyataan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung yang menyatakan melarang adanya sweeping rumah makan saat Ramadan.
"Saya rasa tidak perlu ada sweeping-sweepingan, karena pemerintah sebelum puasa kita harapkan sudah menyosialisaikan dan memberi pengertian kepada rakyat dan masyarakat luas tentang perlunya ada sikap saling hormat menghormati agama dan kepercayaan serta ibadah dari agama lain," katanya, Senin (16/2/2026).
Baca juga: Pramono Larang Ormas Keagamaan Sweeping Warung Makan Selama Ramadan
Anwar Abbas menyatakan, pemerintah daerah harus hadir demi mendukung sikap saling hormat-menghormati di wilayahnya masing-masing demi terjaganya kekhusyukan umat yang menjalankan. "Beberapa hari lagi umat Islam akan berpuasa sebulan penuh dalam bulan ramadhan. Umat islam juga tidak perlu melakukan sweeping dan segala macamnya," ujarnya.
"Untuk itu kita berharap kepada pemerintah termasuk kepada gubernur Jakarta supaya dapat mengatur dan menertibkan para pedagang agar mereka tidak ikut merusak ibadah dari umat Islam yang sedang berpuasa," sambungnya.
Lihat video: Viral Ormas Sweeping Warung Makan saat Ramadan, Ini Respons Ketua MUI Garut
Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung ingin bulan Ramadan di Jakarta berlangsung dengan penuh kedamaian dan kerukunan. Pramono pun melarang siapa pun, termasuk organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan, melakukan razia atau sweeping ke rumah makan selama Ramadan.
Sweeping yang kerap dilakukan untuk membubarkan pelanggan saat waktu puasa tidak diperkenankan terjadi di Jakarta. "Tentunya saya sebagai gubernur bertanggung jawab untuk itu dan saya tidak mengizinkan untuk ada sweeping," kata Pramono di Jakarta Pusat, Sabtu, 14 Februari 2026.
Pramono menegaskan, suasana Ramadan harus mencerminkan semangat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama. Dia mengingatkan bahwa saat ini Jakarta masih dalam suasana perayaan Imlek sebelum nantinya memasuki bulan suci Ramadan.
"Sekarang ini periodisasi kita menyambut Imlek dari dari tanggal 13 sampai dengan 17 itu Imlek. Nanti begitu tanggal 18, maka Jakarta wajahnya total berubah menjadi wajah yang Ramadan dan juga wajah yang menyambut Idul Fitri," ucap dia.










