Larang SOTR yang Picu Tawuran, Pramono: Tapi Kalau Baik Saya Izinkan

Larang SOTR yang Picu Tawuran, Pramono: Tapi Kalau Baik Saya Izinkan

Berita Utama | sindonews | Sabtu, 14 Februari 2026 - 15:30
share

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung melarang kegiatan Sahur On The Road (SOTR) yang berpotensi memicu tawuran. SOTR merupakan kegiatan yang dilakukan sekelompok orang pada malam Ramadan hingga sahur.

"Ya pokoknya hal yang menimbulkan kerawanan, keributan saya nggak izinkan," kata Pramono di Jakarta Pusat, Sabtu (14/2/2026).

Akan tetapi bila kegiatan SOTR digelar secara positif, seperti berkeliling membagikan makan sahur kepada masyarakat dan tidak menimbulkan gangguan ketertiban, maka ia akan izinkan. "Tetapi kalau menimbulkan kenyamanan nanti saya izinkan. Pokoknya yang itu nggak," kata dia.

Baca juga: Pramono Larang Ormas Keagamaan Sweeping Warung Makan Selama Ramadan

Pramono juga melarang siapa pun termasuk ormas keagamaan untuk melakukan sweeping ke rumah makan selama bulan Ramadan. Sweeping tersebut biasanya membubarkan pelanggan yang sedang makan saat waktu puasa."Tentunya saya sebagai gubernur bertanggung jawab untuk itu dan saya tidak mengizinkan untuk ada sweeping," kata Pramono.

Lihat video: Bukan Sekadar Janji! Intip Aksi Pramono Anung dan JK Kerja Bakti Bareng Warga Jaktim

 

Pramono menginginkan bulan Ramadan di Ibu Kota dilaksanakan dengan penuh kedamaian dan kerukunan. Seperti yang dilakukan Jakarta saat ini, di mana Ibu Kota masih dipenuhi perayaan Imlek dan menjelang Ramadan nuansa kota akan berubah sepenuhnya.

Perubahan itu sebagai cermin semangat toleransi dan kebersamaan antar umat beragama. "Sekarang ini periodisasi kita menyambut Imlek dari dari tanggal 13 sampai dengan 17 itu Imlek. Nanti begitu tanggal 18, maka Jakarta wajahnya total berubah menjadi wajah yang Ramadan dan juga wajah yang menyambut Idulfitri," ucapnya.

Topik Menarik