Kuasa Hukum Eggi Sudjana Ungkap Isi Pertemuan Kliennya dengan Jokowi: Tak Ada Minta Maaf

Kuasa Hukum Eggi Sudjana Ungkap Isi Pertemuan Kliennya dengan Jokowi: Tak Ada Minta Maaf

Berita Utama | inews | Jum'at, 16 Januari 2026 - 15:58
share

JAKARTA, iNews.id - Kuasa hukum Eggi Sudjana, Elida Netty mengungkapkan isi pertemuan antara kliennya dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) di Solo pada Kamis (8/1/2026) lalu. Dalam pertemuan itu, Eggi ternyata tak pernah diminta untuk mengakui keaslian ijazah hingga meminta maaf ke Jokowi.

"Tidak ada kata-kata maaf karena Bang Eggi merasa dia tidak salah, dan tidak perlu media, dan tidak ada diumbar, dan tidak ada deal-dealan, tidak bawa surat apapun, tidak ada dokumen," kata Elida saat ditemui di kawasan Jakarta Barat, Jumat (16/1/2026).

Elida mengaku sempat bertemu lebih dulu dengan Jokowi sebelum Eggi. Dalam pertemuan 15 menit, ia memberi pemahaman tentang watak dan kondisi kliennya yang tengah sakit.

"Ternyata Pak Jokowi alhamdulillah menerima dia dengan sabar dan bertanya saya baiknya seperti apa. Nah, mungkin mis-standing selama ini di-close karena Bang Eggi sudah menyelesaikan perkara hukumnya yaitu tentang ijazah SMA," tuturnya.

Tak lama berselang, kata Elida, Eggi bertemu Jokowi. Kala itu, Jokowi mengaku warga biasa, namun hal itu ditepis Eggi.

"’Lho, lah saya orang kampung.' Terus, 'nggak, Pak. Bapak ini presiden. Mantan presiden.' 'Kalaupun itu, saya di sini nggak siapa-siapa," kata Pak Jokowi. RT saja nggak lirik saya’ kata Bapak itu merendahkan diri. 'Oh, nggak, Bapak orang hebat. Bapak mantan presiden. Tapi bagi saya, ingat Pak ya, saya tidak minta maaf,' Langsung itu tanpa ada jeda," kata Elida sambil menirukan percapakan klennya dengan Jokowi.

Bahkan, kata dia, kliennya meminta untuk tak ada sesi foto dalam pertemuan tersebut. Tak hanya itu, Eggi juga disebut tak pernah meminta untuk mengakui ijazah Jokowi.

"Bang Eggi tidak akan pernah disuruh, Oh, dia bawa ijazah, mengakui. Nggak begitu juga. Ya kan? Nggak begitu juga. Jadi, ada kata maaf? Maaf-maafan tidak. Tapi maaf itu bukan dengan bahasa atau gestur salam-salaman. Maaf itu, perdamaian itu sudah lebih dari maaf menurut saya," pungkasnya.

Topik Menarik