Nicolas Maduro Diculik, Presiden Sementara Venezuela Ajak AS Kerja Sama

Nicolas Maduro Diculik, Presiden Sementara Venezuela Ajak AS Kerja Sama

Berita Utama | okezone | Senin, 5 Januari 2026 - 14:47
share

JAKARTA – Pelaksana tugas Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, mengatakan pada Minggu (4/1/2026) bahwa ia mengundang pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk bekerja sama dengan negaranya setelah penyerangan oleh pasukan AS, yang menculik Presiden Nicolas Maduro dan istrinya untuk dibawa ke Amerika.

“Kami mengundang pemerintah AS untuk berkolaborasi dengan kami dalam agenda kerja sama yang berorientasi pada pembangunan bersama dalam kerangka hukum internasional untuk memperkuat koeksistensi komunitas yang langgeng,” katanya dalam sebuah pernyataan yang diunggah di platform media sosial AS, Instagram.

“Kami memprioritaskan pergerakan menuju hubungan internasional yang seimbang dan saling menghormati antara Amerika Serikat dan Venezuela, serta antara Venezuela dan negara-negara lain di kawasan ini, yang didasarkan pada kesetaraan kedaulatan dan non-intervensi,” tulisnya, sebagaimana dilansir Anadolu.

Rodriguez menegaskan bahwa rakyat Venezuela layak mendapatkan perdamaian dan dialog, bukan perang.

“Ini selalu menjadi pesan Presiden Nicolas Maduro, dan ini adalah pesan seluruh Venezuela saat ini,” tambahnya.

 

Sebelumnya pada Minggu, Trump, ketika ditanya tentang Rodriguez, menjawab dengan mengatakan bahwa dia “bekerja sama,” sambil juga memperingatkan bahwa dia “mungkin akan menghadapi situasi yang lebih buruk daripada Maduro” jika tidak melakukannya.

“Kita membutuhkan akses penuh. Kita membutuhkan akses ke minyak dan hal-hal lain di negara mereka yang memungkinkan kita untuk membangun kembali negara mereka,” katanya ketika ditanya apa yang dia butuhkan dari Rodriguez.

Maduro dan istrinya, Cilia Flores, tiba di New York pada Sabtu (3/1/2026) malam dan ditahan di Pusat Penahanan Metropolitan di Brooklyn. Mereka menghadapi tuduhan federal AS terkait perdagangan narkoba dan dugaan kerja sama dengan geng yang ditetapkan sebagai “organisasi teroris.”

Maduro telah membantah tuduhan tersebut, dan para pejabat di ibu kota Venezuela, Caracas, telah menyerukan pembebasan pasangan itu.

Topik Menarik