Elon Musk Tuding Lembaga Ini Lakukan Penipuan Terbesar dalam Sejarah AS
Administrasi Jaminan Sosial AS (The US Social Security Administration/SSA) berada di bawah pengawasan Elon Musk, setelah orang terkaya di dunia itu menjabat sebagai Kepala Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE). CEO X dan SpaceX itu menuding lembaga tersebut melakukan penipuan besar-besaran.
Awal bulan ini, Musk mengklaim bahwa tinjauan sepintas oleh departemennya terhadap catatan jaminan sosial telah menemukan bahwa program jaring pengaman sosial itu membayar tunjangan kepada seseorang berusia 150 tahun. Miliarder itu juga mencatat, bahwa banyak entri yang terdaftar untuk penerima jaminan sosial tidak memiliki informasi identifikasi.
Dalam sebuah posting di platform media sosial X (sebelumnya Twitter) pada hari Senin, Musk menuliskan bahwa "ada jauh lebih banyak nomor jaminan sosial yang 'memenuhi syarat' daripada warga negara di AS."
Saksi Kebakaran Gedung Terra Drone Belum Bisa Diperiksa, Polisi: Masih Syok dan Terguncang
Pendonor terbesar Donald Trump selama masa kampanye presiden itu juga membagikan postingan oleh pengguna X yang mengkritik, bahwa pembayaran jaminan sosial saat ini diterima oleh 394.943.364 orang dan mengklaim bahwa total populasi AS berjumlah 334 juta.
"Ini mungkin penipuan terbesar dalam sejarah," tulis Musk menyimpulkan.
Musk juga mengklaim bahwa ada ribuan individu, beberapa dilaporkan berusia lebih dari 150 tahun, dan masih terdaftar sebagai warga yang masih hidup dalam catatan SSA.
"Menurut database Jaminan Sosial, ini adalah jumlah orang di setiap usia dengan bidang kematian diatur ke false!" tulis Musk di X merespons salah satu pengguna.
"Mungkin Twilight itu nyata dan ada banyak vampir yang mengumpulkan Jaminan Sosial," tambahnya, merujuk pada seri "Twilight" bertema vampir yang populer.
Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) didirikan oleh Trump untuk merampingkan operasi federal dan melakukan efisiensi USD2 triliun dari pengeluaran federal pada tahun 2026. Musk mengakui bahwa pemotongan hingga USD1 triliun bisa dilakukan.
Sejak pelantikan Trump pada 20 Januari, badan yang baru diluncurkan, yang meskipun namanya bukan departemen eksekutif federal permanen, telah menerapkan pengurangan yang signifikan, termasuk penutupan Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) dan Biro Perlindungan Keuangan Konsumen (CFPB).
DOGE juga telah memperkenalkan pembatasan ketat untuk hibah National Institutes of Health (NIH) sebagai bagian dari strategi yang lebih luas untuk meningkatkan efisiensi pemerintah.










