Melihat Museum Wahyu, Wisata Religi tentang Kisah Nabi Muhammad SAW di Gua Hira

Melihat Museum Wahyu, Wisata Religi tentang Kisah Nabi Muhammad SAW di Gua Hira

Berita Utama | inews | Kamis, 13 Juni 2024 - 02:30
share

MAKKAH, iNews.id - Museum Wahyu menjadi salah satu destinasi wisata bagi para jemaah haji yang ingin meningkatkan pengetahuan keislaman. Museum ini menampilkan grafik interaktif perjalanan Nabi Muhammad SAW saat menerima Wahyu.

Berdasarkan pantauan, sejumlah tamu undangan haji Raja Salman mendatangi Museum Wahyu untuk merasakan pengalaman spiritual dan budaya tentang sejarah Islam, Rabu (12/6/2024).

Museum Wahyu berada di distrik budaya Hira, dekat Gua Hira di pegunungan Makkah. Di distrik ini tampak berjejer toko-toko yang menjajakan produk khas Arab Saudi hingga mancanegara.

Ada juga penjual setempat yang bisa menggunakan bahasa Indonesia. "Ibu-ibu kesturi beli satu gratis satu, coba dulu halal, uang Jokowi boleh, Anies boleh, Prabowo boleh, Ganjar boleh," kata penjual parfum kesturi itu.

Di depan museum, para tamu disambut dengan video pengenalan Gua Hira berikut tata denah Museum Wahyu. Kemudian para tamu diajak memasuki ruangan berbentuk gua, dipadu dengan tampilan layar lebar dan animasi modern.

Bagian depan Museum Wahyu (foto: MPI/Widya Michella)
Bagian depan Museum Wahyu (foto: MPI/Widya Michella)

Selanjutnya di Balai Wahyu ada video ilustrasi 3D pada layar yang sangat lebar. Pengunjung menikmati tontonan perjalanan Nabi hingga mendapatkan wahyu di dalam museum itu.

Dinding-dinding Balai Wahyu tampak menampilkan riwayat Nabi Muhammad SAW mulai dari tanggal lahir, nama orang tua, nama lain Nabi Muhammad, silsilah keluarga, masa kecil, nabi terakhir, hingga alasan Allah SWT memilih Muhammad SAW menjadi Rasul.

Kemudian, pengunjung diajak menuju gua selanjutnya yakni 'Trail to Hira Cave' atau jalan setapak menuju Gua Hira. Bagian ini memperlihatkan replika Gua Hira tempat Nabi Muhammad menerima wahyu. Berbagai artefak bersejarah ditampilkan di dalam museum Wahyu itu.

Para pengunjung tampak mengabadikan momen menggunakan ponselnya masing-masing. Terakhir, pengunjung dibawa ke tempat oleh-oleh yang penjualnya juga bisa berbahasa Indonesia.

"Botol-botol silakan ini murah-murah, 8 jam panas 8 jam dingin, sayang anak, sayang istri, sayang suami, sayang cucu, Masya Allah, Masya Allah," ucap penjual yang memakai sorban itu.

Terdapat beragam cenderamata hingga oleh-oleh mulai dari Alquran, sajadah, biskuit, kurma, pajangan, tas dan sebagainya. Selain itu, pengunjung juga dapat melihat langsung Gua Hira karena berada di belakang Museum Wahyu.

Salah satu pengunjung sekaligus penerima undangan haji Raja Salman dari Indonesia, Wasilah Sahabuddin merasa terhormat karena dapat mengunjungi museum yang baru dibuka pada 2023 ini.

"Saya bahagia dan merasa terhormat," kata Wasilah.

Rektor STAIN Majene ini turut terkesan akan indahnya struktur bangunan hingga kecanggihan teknologi Museum Wahyu. Museum ini dapat menjadi inspirasi jemaah untuk terus mengenal lebih dekat Nabi Muhammad SAW.

"Ke depan, semua jemaah Indonesia bisa datang ke museum karena di dalam sudah berisi materi terkait dengan zaman Nabi Muhammad SAW pada saat menerima wahyu dari Allah SWT dan dibangun tepat di depan Gua Hira," ucapnya.

Museum ini buka setiap hari. Sementara untuk jam operasionalnya dibagi menjadi beberapa sesi, yaitu sebagai berikut: Jumat buka dari jam 15.30 waktu Arab Saudi (WAS) hingga 01.00 pagi. Kamis, buka dari jam 08.00 pagi hingga 01.00 pagi. Lalu pada hari Sabtu hingga Rabu buka dari jam 08.00 pagi hingga 23.30.

Tiket dijual 20 Riyal Arab Saudi untuk dewasa dan 10 Riyal untuk anak-anak. Bagi yang ingin datang ke museum ini dapat menggunakan transportasi taksi atau bus dari Masjidil Haram ke Hira Cultural District dengan perjalanan memakan waktu sekitar 15-20 menit.

Topik Menarik