Yuk Intip 5 Perbedaan Agribisnis dan Agroteknologi, Calon Mahasiswa Pertanian Wajib Tahu Nih

Yuk Intip 5 Perbedaan Agribisnis dan Agroteknologi, Calon Mahasiswa Pertanian Wajib Tahu Nih

Berita Utama | BuddyKu | Jum'at, 20 Januari 2023 - 16:10
share

Dalam bidang pertanian, ada banyak jurusan yang harus diketahui para calon mahasiswa. Memahami jurusan pertanian dengan baik dapat menghindarkan dari masalah salah pilih jurusan yang sering terjadi. Salah satu jurusan yang sering dianggap mirip adalah agribisnis dan agroteknologi, lalu apa perbedaan agribisnis dan agroteknologi.

Meskipun terdengar sama dan memang mempelajari tentang pertanian, namun kedua jurusan tersebut sangatlah berbeda, setidaknya perbedaan agribisnis dan agroteknologi terletak pada fokus bidang studinya. Berikut adalah yang membedakan dari kedua jurusan tersebut, setelah kamu selesai membaca tulisan ini seharusnya kamu sudah tidak bingung lagi.

Hal paling mudah dikenali dari perbedaan agribisnis dan agroteknologi adalah jurusan agribisnis mempelajari semua sektor hulu hingga ke hilir, sementara jurusan agroteknologi lebih berfokus di sektor hulu saja.

Kalau masih bingung dengan istilah tersebut, sektor hulu sederhananya adalah sektor produksi dalam pertanian, baik di sawah maupun di ladang. Sementara sektor hilir lebih berfokus pada proses pengolahan dan juga pemasaran dari hasil pertanian.

Karena itu, anak-anak agroteknologi akan mempelajari proses pertanian dari awal, mulai dari penanaman hingga panen. Sedangkan untuk anak-anak agribisnis hanya lebih berfokus pada proses pengolahan serta pemasaran produk pertanian.

Jangan kaget kalau kamu yang masuk ke jurusan ini justru lebih banyak mendapatkan ilmu ekonomi dibanding proses tanam menanam. Tapi, perlu diingat ekonomi yang dimaksud tetap ada diruang lingkup pertanian. Mereka akan mempelajari mulai dari ekonomi perusahaan pertanian, pembangunan pertanian, mikro dan juga makro.

Selain itu, agribisnis juga dituntut untuk mempelajari tentang hal-hal yang memengaruhi dari permintaan penawaran produk tani. Intinya, seluruh yang berkaitan dengan perekonomian pertanian akan lebih banyak dicover oleh jurusan agribisnis.

Nah, buat kamu yang ingin lebih banyak mengeksplor tentang ilmu pertanian dilapangan, tentu akan lebih cocok masuk ke jurusan agroteknologi. Jurusan ini akan sejalan dengan bayangan kamu dimana kamu akan lebih banyak mempelajari tentang teknik bertani, cara budidaya tanaman, dan termasuk pemuliaan tanaman. Sebuah ilmu yang cukup keren karena kamu akan belajar tentang bagaimana menyilangkan sebuah tanaman.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, jika jurusan agribisnis akan lebih fokus di sektor ekonomi. Maka itu, tak heran jika agribisnis juga belajar tentang akuntansi dan juga manajemen, persis seperti anak-anak fakultas ekonomi.

Anak agribisnis sebenarnya tetap akan mendapatkan ilmu dasar dari jurusan agroteknologi sebagai pengantar ilmu pertanian, namun tidak akan seintens anak agroteknologi karena fokus mereka juga berbeda. Sederhananya agribisnis adalah jurusan ekonomi yang hanya fokus di bidang pertanian.

Setelah mengetahui perbedaan agribisnis dan agroteknologi, lalu bagaimana denga prospek kerjanya. Lulusan agribisnis tentu bisa bekerja sebagai seorang konsultan agribisnis, karena keilmuannya yang berkaitan dengan ekonomi dan keuangan. Agribisnis membuka peluang lulusannya untuk bekerja sebagai manajer pemasaran atau keuangan di perusahaan yang bergerak di bidang pertanian.

Sedangkan untuk lulusan agroteknologi, mereka bisa bekerja sebagai seorang konsultan pertanian yang langsung berhadapan dengan persawahan atau perkebunan. Mereka juga memiliki kesempatan untuk bekerja di LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) dan juga jangan lupakan jika mahasiswa baik agribisnis ataupun agroteknologi memutuskan melanjutkan pendidikannya ke jenjang lebih tinggi, mereka bisa bekerja sebagai dosen di fakultas pertanian tentunya.

Topik Menarik