Hasil Munaslub HPK Di Karanganyar, Tony Hatmoko Terpilih Sebagai Ketum DPP HPK

Hasil Munaslub HPK Di Karanganyar, Tony Hatmoko Terpilih Sebagai Ketum DPP HPK

Nasional | badung.inews.id | Minggu, 3 Maret 2024 - 21:33
share

KARANGANYAR, iNewsbadung.id - Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Himpunan Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa (HPK)  Indonesia yang digelar di Karanganyar, Jawa Tengah memilih Tony Hatmoko menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HPK.

Keputusan tersebut diambil setelah lima dari enam Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HPK Indonesia menggelar Munaslub di Jawa Dwipa Karangpandan, untuk memberhentikan Hadi Prajoko sebagai ketua Umum (Ketum) HPK.  

Selain memilih Tony Hatmoko sebagai Ketum HPK sekaligus juga menetapkan Kepengurusan DPP HPK hasil Munaslub yang digelar pada Sabtu (2/3/2024) malam. 

Sebelumnya Hadi Prajoko terpilih sebagai Ketum HPK dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-9 Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK) yang digelar pada 23-25 Juni 2023 lalu di Karanganyar.

Wakil Ketua DPP HPK, Ratu Dewi Kunti mengatakan, Munaslub ini diikuti oleh 5  DPD HPK. Yang berasal dari Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI, Jawa Timur  dan Yogyakarta. 

"Dihadiri 5 DPD, hanya satu yang tidak hadir yaitu dari Bali," jelasnya, Minggu (3/3/2024). 

Menurutnya agenda Munaslub ini digelar untuk mengevaluasi dan melakukan pembenahan organisasi. Sebab sebagai organisasi yang bernama himpunan tidak boleh terlepas dari partisipatif semua anggota dalam mengambil keputusan.

"Namun kami melihat bahwa saat ini melihat ada banyak miss komunikasi, miss management dari Ketua Umum (Hadi Prajoko). Dan bagi kami itu merentankan apa yang telah kita perjuangkan untuk para penghayat kepercayaan," imbuhnya. 

Sekretaris Umum HPK, Tatang Cahyono menyebut selama masa kepemimpinan Hadi Prajoko dinilai meresahkan bagi masyarakat penghayat. Salah satunya memecat para pengurus dan menggantinya tanpa melalui mekanisme yang benar. 

Ketum sebelumnya telah melalukan perubahan Administrasi Hukum Umum (AHU) SK Kemenkumham hasil Munas 2023 menjadi AHU 2024. Padahal untuk merubahnya harusnya sesuai mekanisme melalui Munas atau Munaslub.

 

"Padahal perubahan itu harus sepengetahuan pengurus lainnya sesuai aturan yang ada. Karena itu diputuskan untuk menggelar Munaslub ini," lanjutnya.

Tony Hatmoko yang terpilih sebagai Ketum HPK hasil Munaslub tahun 2024 langsung tancap gas menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) untuk kepentingan masyarakat penghayat. Seperti memperbaiki terkait tata kelola organisasi.

"Karena Munaslub ini lahir karena adanya tata kelola organisasi yang tidak bisa berjalan dengan baik," ungkap Tony. 

Selain itu juga melakukan konsulidasi, karena sejak keluarnya putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 97/PUU-XIV/2016 telah membolehkan para penganut aliran kepercayaan untuk mencantumkan keyakinannya pada kolom agama di Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el).

"Itu menjadi PR besar kita secara organisasi untuk memfasilitasi warga penghayat dan  masyarakat adat. Juga menyiapkan pedoman untuk saudara-saudara kita," papar Tony. 

Disamping itu banyak juga warga penghayat dan masyarakat adat yang berasal dari luar Jawa berkeinginan besar untuk bergabung dalam HPK. Namun terkendala oleh tata organisasi kemarin tidak berjalan baik. 

"Maka dengan Munaslub ini kita bisa segera untuk mengakumodir mereka untuk membentuk kepengurusan di wilayah masing-masing," pungkas Tony.***

Topik Menarik