Masuk Daftar Perempuan Berpengaruh di Dunia, Ini 10 Prestasi Dirut Pertamina

sindonews | Nasional | Published at 23/10/2020 14:53
Masuk Daftar Perempuan Berpengaruh di Dunia, Ini 10 Prestasi Dirut Pertamina

JAKARTA - Kegigihannya dalam menakhodai kapal besar Pertamina melalui triple shock akibat pandemi COVID-19 berbuah manis. Media bisnis global, Fortune menobatkan Nicke Widyawati sebagai salah satu perempuan paling berpengaruh di dunia (Most Powerful Women International) 2020.

Nicke langsung menempati peringkat 16 dari 50 perempuan dunia yang dinilai memiliki kemampuan mengendalikan perusahaan yang dipimpinnya selama pandemi. Ia dinilai Fortune sangat layak menerima apresiasi tersebut karena mampu melakukan terobosan untuk mengendalikan kinerja Pertamina sekaligus berkontribusi maksimal terhadap penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia.

Perempuan kelahiran Tasikmalaya, 25 Desember 1967 ini memang tangguh. Sejak Pemerintah secara resmi mengumumkan pandemi COVID-19 di Indonesia, Nicke langsung mengambil langkah tegas. Secara virtual, di hadapan 32 ribu perwira Pertamina, ia menegaskan Direksi dan Komisaris sepakat menetapkan kebijakan strategis demi menjaga kinerja perusahaan dari segi operasional dan finansial. Hal ini dilakukan untuk menyikapi perkembangan terkini pandemi COVID-19 yang tidak hanya berdampak terhadap kesehatan warga dunia tapi terhadap perlambatan ekonomi dunia.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, Nicke memaparkan kebijakan strategis dan komprehensif yang ditetapkan manajemen. Pertama, Pertamina harus terus konsisten menjamin ketersediaan energi sampai ke seluruh pelosok negeri di tengah pandemi COVID-19 demi menjaga ketersediaan bahan bakar minyak, LPG, dan gas bumi bagi masyarakat, termasuk berbagai penugasan seperti program BBM Satu Harga.

Untuk menjamin hal tersebut, Pertamina tetap mengoperasikan aktivitas hulu migas sampai hilir dan distribusi, bersama-sama dengan 1,2 juta orang tenaga kerja, baik dari Pertamina, mitra bisnis di seluruh ekosistem bisnis proses Pertamina. Nicke berupaya, tidak menghentikan operasi atau melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), walaupun perusahaan migas global lainnya maupun industri lain melakukan PHK besar-besaran. Itu adalah sikap pemimpin sejati yang tidak hanya memikirkan langkah pendek untuk penyelamatan perusahaan, namun dengan pertimbangan mendalam untuk tetap membuat Pertamina dapat menjadi penggerak perekonomian di masa sulit ini.

Kedua, Pertamina tetap menjalankan proyek-proyek strategis yang menyerap ribuan tenaga kerja, seperti di proyek pembangunan kilang RDMP & GRR serta proyek infrastruktur hulu dan hilir lainnya untuk membangun ketahanan dan kemandirian energi nasional, seperti Proyek Jambaran Tiung Biru dan Proyek PLTG Jawa-1. Tentunya semua dijalankan dengan mematuhi protokol Covid-19 dengan prioritas kesehatan pekerja. Langkah luar biasa ini adalah bentuk nyata Pertamina sebagai BUMN yang menjalankan amanah dan peran menggerakkan ekonomi nasional, dan tidak hanya berorientasi profit semata.

Ketiga, Nicke Konsisten menjalankan dan memastikan program mandatori Pemerintah, seperti pendistribusian BBM dan LPG subsidi, Program BBM 1 Harga di daerah 3T dan Program Konversi BBM ke LPG untuk Nelayan dan Petani, tetap berjalan lancar.

Keempat, secara korporasi, Nicke sigap memimpin Pertamina Group dalam melakukan berbagai upaya untuk membantu Pemerintah dalam penanganan dampak COVID-19. Salah satunya melalui alih fungsi beberapa aset perusahaan, bahkan lapangan sepak bola, menjadi Rumah Sakit Darurat dan Rumah Sakit Rujukan COVID-19 serta beragam bantuan lainnya hingga mencapai Rp1,4 triliun.

Kelima, Nicke memastikan Pertamina memberikan dukungan penuh kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk bangkit dari dampak pandemi. Pertamina menggulirkan beragam program, mulai dari program pelatihan, kemitraan, program pinky movement, pemberdayaan ojol dalam layanan Pertamina Delivery Service (PDS), hingga pemberdayaan mitra binaan untuk memproduksi APD dan perlengkapan kesehatan lainnya sebagai upaya memenuhi kebutuhan tenaga medis dan masyarakat selama pandemi. Bahkan Pertamina menyelenggarakan pameran virtual dan menyediakan market place agar UMKM tersebut dapat terus menjalankan dan mengembangkan usahanya.

"Walaupun Pertamina juga terdampak COVID-19, kita tetap harus dapat menyebarkan energi kepada yang lain agar semuanya bisa survive. Jadi, Pertamina harus survive, industri nasional harus survive, masyarakat juga harus survive. Inilah cara kita memulihkan bangsa," ujarnya.

Keenam, walaupun Nicke bersama jajaran Direksi dan Komisaris sepakat melakukan efisiensi biaya operasional (operating expenses/opex) untuk semua Pertamina Group sebesar 30 persen dan belanja modal (capital expenditure/capex) hampir 25 persen, namun hingga semester 1 2020, produksi minyak dan gas bumi Pertamina Group baik untuk aset domestik maupun internasional masih mencapai 99 persen atau 884,1 MBOEPD (ribu barel setara minyak per hari).

"Dengan kondisi force major seperti saat ini, hampir seluruh perusahaan migas dunia mengalami kinerja negatif. Meski kondisi sulit, pada Juni 2020, Pertamina tetap menyetor Rp181,5 triliun kepada negara sebagai hasil kinerja 2019," ujarnya.

Ketujuh, di tengah pandemi, Nicke bersikap terbuka untuk bersinergi dengan pihak lain mengembangkan berbagai program strategis Pertamina. Misalnya, Pertamina sinergi dengan Kementerian Dalam Negeri melalui program Pertashop, sedangkan bersama Kimia Farma, Pertamina sepakat memproduksi produk petrokimia yang dapat digunakan sebagai bahan dasar obat-obatan. Dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) dan PT Pupuk Kujang, Pertamina sepakat membangun pabrik katalis nasional pertama di Indonesia.

Bahkan Pertamina tetap mendukung program Pemerintah dalam pemanfaatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada pengerjaan proyek-proyek yang sedang dijalankan melalui sinergi dengan tiga BUMN, yaitu PT Krakatau Steel, PT Pindad (Persero), PT Barata Indonesia (Persero) serta enam perusahaan swasta nasional. Dalam tiga tahun terakhir, TKDN Pertamina terus meningkat rata-rata mencapai hampir 50 persen sebagai bukti nyata Pertamina turut serta menggerakkan perindustrian dan perekonomian nasional.

Kedelapan, Nicke memimpin restrukturisasi lanjutan Pertamina sebagai holding migas dengan lancar sesuai arahan Pemerintah melalui pembentukan subholding. Nicke menegaskan, transformasi ini merupakan langkah strategis yang akan tercatat dalam sejarah Pertamina, karena merupakan inisiatif yang dilakukan untuk bisa beradaptasi dengan perubahan ke depan, bergerak lebih lincah, cepat serta fokus untuk pengembangan bisnis yang lebih luas dan agresif sehingga menunjang Pertamina menjadi perusahan global energi terdepan dengan nilai pasar $100bn.

Kesembilan, sejak akhir tahun lalu, Nicke berhasil merealisasikan program B30 lebih cepat dari target yang ditetapkan Pemerintah dan terus mengoptimalisasikan sumber daya lokal yang besar, antara lain batu bara maupun sawit, untuk menjadi energi. Pertamina pun konsisten menjalankan road map bioenergi yang sudah dimulai sejak 2014 dengan uji coba green diesel di Cilacap. Nicke juga memimpin uji coba green gasoline di Plaju. Bahkan tiga bulan lalu, Pertamina sukses mengolah Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil (RBDPO) 100 persen yang menghasilkan produk green diesel (D-100) mencapai 1.000 barel per hari di fasilitas existing kilang Dumai.

Selain itu, karena Indonesia memiliki cadangan batubara yang besar, Pertamina melakukan upaya coal gassification menjadi methanol dan DME yang akan digunakan sebagai substitusi LPG sehingga mengurangi impor dan membantu mengurangi defisit neraca perdagangan nasional. Nicke yakin untuk terus melakukan investasi pengembangan energi untuk menjaga pertumbuhan berkelanjutan secara jangka panjang, termasuk memperkuat dan merealisasikan upaya transisi energi ke arah energi baru terbarukan.

Kesepuluh, Nicke juga konsisten meningkatkan transparansi kinerja perusahaan dengan menjunjung tinggi prinsip Good Corporate Governance melalui kerja sama dengan berbagai lembaga terkait, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi, Badan Kejaksaan Agung, dan Kepolisian RI.

Bersama Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama, Nicke meluncurkan Piagam New Pertamina Clean untuk diterapkan di seluruh lini Pertamina Group dan mendorong penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) sesuai dengan ISO 37001:2016 di seluruh lini Pertamina Group. Selain itu, Nicke konsisten memprioritaskan penciptaan generasi pemimpin di Pertamina melalui berbagai program pengembangan human capital seperti catalyzer yang juga mendapatkan pengakuan internasional.

Sebagai pimpinan tertinggi, ia juga menjadi role model yang kuat dalam transformasi budaya AKHLAK dan mendorong perwira Pertamina siap berlari mencapai target menjadi perusahaan energi dunia.

Artikel Asli