Pesawat OSIRIS-REx NASA Hari Ini Mendarat di Asteroid Bennu

okezone | Berita Utama | Published at 20/10/2020 08:49
Pesawat OSIRIS-REx NASA Hari Ini Mendarat di Asteroid Bennu

PESAWAT luar angkasa OSIRIS-REx milik NASA akan melakukan pendaratan bersejarah di Asteroid Bennu pada hari Selasa ini. Mereka berencana mengambil sampel dari batuan luar angkasa yang akan dibawa pulang ke Bumi dan diteliti.

NASA menyatakan bahwa misi OSIRIS-REx ini akan membantu membuka rahasia Tata Surya. "Asteroid adalah sisa-sisa blok bangunan yang membentuk planet-planet di tata surya kita, dan mungkin memungkinkan kehidupan di Bumi," jelas pihak NASA dalam keterangannya, seperti dikutip dari Fox News, Selasa (20/10/2020).

Baca juga: Peneliti Akan Mendarat di Asteroid Bennu untuk Ungkap Partikel yang Lepas 

Misi tersebut juga akan memberikan informasi yang dapat membantu melindungi Planet Bumi dari kemungkinan tabrakan dengan Asteroid Bennu.

Bennu yang memiliki tinggi seperti Gedung Empire State, menurut NASA, berpotensi mengancam Bumi di abad mendatang. "Bennu memiliki peluang 1: 2700 untuk memengaruhi Bumi di akhir tahun 2100-an, tetapi misi ini juga akan membantu kami mempelajari lebih lanjut tentang melindungi diri sendiri jika perlu," jelas NASA melalui laman resminya.

Pesawat luar angkasa OSIRIS-REx sendiri membidik bagian tengah Asteroid Bennu yang relatif datar dari kawah berukuran lapangan tenis bernama Nightingale. Batu-batu sebesar bangunan menjulang di atas zona pendaratan yang ditargetkan.

Pendaratan OSIRIS-REx dijadwalkan berlangsung pada hari ini, Selasa 20 Oktober 2020, sekira pukul 18.12 EDT. Pesawat luar angkasa ini akan menggunakan lengan robotik untuk mengambil sampel dari Asteroid Bennu yang berjarak sekira 200 juta mil dari Planet Bumi.

Baca juga: NASA Ungkap Bennu adalah Asteroid yang Terbuat dari Puing Antariksa 

Kontak harus berlangsung 5 hingga 10 detik, cukup lama untuk menembakkan gas nitrogen bertekanan dan menyedot kotoran serta kerikil yang bergolak.

Pesawat OSIRIS-REx juga akan beroperasi secara otonom selama manuver "sentuh dan pergi" yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pesawat ini dapat mencoba kembali untuk mengambil sampel jika upaya pertama tidak berhasil.

Artikel Asli