Fenomena La Nina Muncul di Pasifik, BMKG Minta Warga Waspada Banjir dan Longsor

okezone | Berita Utama | Published at 03/10/2020 10:41
Fenomena La Nina Muncul di Pasifik, BMKG Minta Warga Waspada Banjir dan Longsor

KUPANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat mewaspadai dampak La Nina yang saat ini sedang bergerak di Samudera Pasifik. Dampak La Nina akan membawa bencana hidro meteorologis seperti banjir dan tanah longsor.

Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Herizal mengatakan, hingga akhir September 2020, pemantauan terhadap anomali iklim global di Samudera Pasifik Ekuator menunjukkan bahwa anomali iklim La Nina sedang berkembang.

Indeks ENSO (El Nino-Southern Oscillation) menunjukkan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tengah dan timur dalam kondisi dingin selama enam dasarian terakhir, dengan nilai anomali telah melewati angka -0.5°C.

"Ini menjadi ambang batas kategori La Nina," katanya dalam rilis yang diterima Sabtu, (3/10/2020).

Dia mengatakan, perkembangan nilai anomali suhu muka laut di wilayah tersebut masing-masing adalah -0.6°C pada bulan Agustus, dan -0.9°C pada bulan September 2020.

Menurutnya, BMKG dan pusat layanan iklim lainnya seperti NOAA (Amerika Serikat), BoM (Australia), JMA (Jepang) memperkirakan La Nina dapat berkembang terus hingga mencapai intensitas La Nina Moderate pada akhir tahun 2020, diperkirakan akan mulai meluruh pada Januari-Februari dan berakhir di sekitar Maret-April 2021.

Catatan historis menunjukkan bahwa La Nina dapat menyebabkan terjadinya peningkatan akumulasi jumlah curah hujan bulanan di Indonesia hingga 40% di atas normalnya. Namun demikian dampak La Nina tidak seragam di seluruh Indonesia.

Pada Bulan Oktober-November, peningkatan curah hujan bulanan akibat La Nina dapat terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia kecuali Sumatera.

Selanjutnya pada Bulan Desember hingga Februari 2021, peningkatan curah hujan akibat La Nina dapat terjadi di Kalimantan bagian timur, Sulawesi, Maluku-Maluku Utara dan Papua.

Artikel Asli