Pascapenikaman Syakh Ali Jeber, Polda Jabar Siap Beri Pengamanan Ekstra kepada Ulama

sindonews | Berita Utama | Published at 15/09/2020 08:31
Pascapenikaman Syakh Ali Jeber, Polda Jabar Siap Beri Pengamanan Ekstra kepada Ulama

Pascainsiden penikaman Syekh Ali Jaber di Tanjungkarang, Bandar Lampung, Lampung, Polda Jabar siap memberikan pengamanan ekstra bagi ulama, kiai, dan ustaz yang menggelar kegiatan keagamaan atau dakwah di Jawa Barat.

Pengamanan ekstra tersebut diberikan untuk mengantisipasi peristiwa tak diinginkan terjadi, seperti yang dialami Syakh Ali Jaber. (BACA JUGA: MUI Desak Polisi Usut Aktor Intelektual Penusukan Syekh Ali Jaber)

Kapolda Jabar Irjen Pol Rudy Sufahriadi mengatakan, perintah pengamanan berlapis bagi kegiatan keagamaan demi keamanan dan keselamatan para pendakwah tersebut perintah dari Asisten Operasi Kapolri Brigjen Pol Imam Sugianto. (BACA JUGA: Syekh Ali Jaber Ditikam, Jabar Tingkatkan Kesiagaan dan Kewaspadaan)

"AS Ops Kapolri mengeluarkan telegram khusus internal di seluruh Indonesia untuk melaksanakan pengamanan (ulama, kiai, dan ustaz). Jangan sampai ini (penikaman Syekh Ali Jaber) menjadi polemik. Kami amankan semuanya," kata Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (15/9/2020). (BACA JUGA: Polisi Tetapkan Penusuk Ulama Syekh Ali Jaber Tersangka)

Irjen Pol Rudy mengemukakan, pengamanan dilakukan jika penyelenggara menginformasikan kegiatan kepada kepolisian. Nanti, polisi akan datang untuk melakukan pengamanan untuk menjaga keamanan dan kelancaran acara, termasuk keselamatan pendakwah yang hadir.

Kapolda berharap, dengan pengamanan yang dilakukan secara berlapis, tak ada kejadian seperti yang dialami Syekh Ali Jaber. "Jadi kalau mau mendapatkan pengamanan dari polisi, beritahu kami acaranya. Kalau enggak (diberi tahu) kan gak tahu kami. Semua yang memberitahukan ke kami, kami amankan," ujar Irjen Pol Rudy.

Permintaan pengamanan bagi para pendakwah di Jawa Barat disampaikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil. "Saya sudah instruksikan agar memberi pengamanan ekstra kepada para ulama yang sedang berdakwah di Jawa Barat. Mari kita selalu muliakan dan lindungi para ulama kita," kata Emil dalam unggahannya melalui Instagram, Senin (14/9/2020).

Hal serupa juga disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar. Ketua MUI Jabar Rachmat Syafei mengharapkan agar polisi hadir di setiap kegiatan.

"Diharapkan anggota Polri bisa hadir. Masyarakat juga jangan takut. Misal ada anggapan polisi mengawasi. Yang kita lihat itu, keamanannya. Maka kami mengimbau protokol keamanan itu bisa dijalani semua," kata Ketua MUI Jabar Rachmat Syafe'i di kantor MUI Jabar, Jalan Martadinata, Kota Bandung, Selasa (15/9/2020).

Artikel Asli