Pasar Finansial Makin Rumit Jangan Asal Belanja! Perhatikan Cara Mengelola Aset
JAKARTA, iNews.id - Pasar finansial yang semakin kompleks membuat masyarakat perlu lebih cermat dalam mengelola keuangan. Tidak hanya mengatur pengeluaran, masyarakat juga perlu memahami cara menjaga dan mengembangkan aset agar tujuan keuangan jangka panjang dapat tercapai.
Kondisi ekonomi yang berubah-ubah dan pergerakan pasar investasi dapat memengaruhi nilai kekayaan. Sebab itu, pengelolaan keuangan tidak cukup hanya berfokus pada keuntungan, tetapi juga perlu memperhatikan risiko, kebutuhan likuiditas, serta perencanaan keuangan untuk masa depan.
Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah wealth management atau pengelolaan kekayaan. Pendekatan ini mencakup perencanaan keuangan, pengelolaan aset, pemilihan investasi, hingga strategi untuk menjaga kekayaan dari berbagai risiko.
Berdasarkan OCBC 2026 Net Promoter Score Study, nasabah affluent atau kelompok dengan kemampuan finansial relatif tinggi yang merasa puas memiliki tingkat keterlibatan 20 persen lebih tinggi dibandingkan nasabah yang belum puas. Salah satu faktor yang memengaruhi kepuasan tersebut adalah beragamnya solusi investasi yang dapat diakses.
Studi tersebut juga menunjukkan bahwa 75 persen investor affluent menginginkan saran keuangan yang disesuaikan dengan kondisi pribadi. Sementara itu, 70 persen berharap penasihat keuangan dapat memberikan masukan secara proaktif tanpa harus selalu diminta.
Customer Experience Head OCBC, Hayati Indah Putri mengatakan, kebutuhan nasabah tidak hanya berkaitan dengan nilai aset yang dimiliki, tetapi juga situasi kehidupan dan tujuan finansial mereka.
“Bagi nasabah affluent, pengalaman yang baik dimulai ketika bank memahami keseluruhan konteks hidupnya, bukan hanya angka pada portofolio. Personalisasi berarti memberikan akses yang mudah kepada advisory, solusi perbankan, dan manfaat yang benar-benar relevan,” ujar Hayati di Jakarta, Selasa (20/10/2026)
Selain investasi, kebutuhan nasabah juga mencakup berbagai aspek kehidupan, seperti mobilitas, kesehatan, keluarga, dan kualitas hidup. Berdasarkan data yang disampaikan OCBC, sebanyak 42 persen nasabah high-net-worth menyatakan puas terhadap manfaat beyond banking yang mendukung kebutuhan tersebut.
Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan kekayaan semakin membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Namun, banyaknya pilihan produk dan layanan tidak serta-merta membuat keputusan finansial menjadi lebih mudah. Nasabah tetap perlu memahami manfaat, biaya, dan risiko setiap produk sebelum menentukan pilihan.
Premier Banking Segment Head OCBC, Stephanie M Kristanto, mengatakan pendekatan wealth management perlu menggabungkan pendampingan, solusi investasi, dan pemahaman terhadap tujuan keuangan nasabah.
“Premier One memperkuat proposisi wealth management OCBC dengan menyatukan pendampingan ahli, akses prioritas kepada solusi investasi pilihan, serta kekuatan jaringan regional dan manfaat lifestyle,” kata Stephanie.
Di tengah perubahan pasar finansial, diversifikasi menjadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan dalam mengelola investasi. Strategi ini dilakukan dengan membagi dana ke beberapa jenis aset untuk mengurangi ketergantungan pada satu instrumen.
Data industri yang dikutip OCBC menunjukkan bahwa 59 persen profesional di bidang pengelolaan kekayaan menilai nasabah Indonesia semakin memahami investasi. Meski demikian, lebih dari 70 persen saldo tabungan dan investasi ritel masih ditempatkan pada deposito.
Kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya pemahaman terhadap berbagai pilihan investasi. Meski deposito dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang mengutamakan kestabilan dan kepastian jangka waktu, instrumen ini memiliki karakteristik yang berbeda dari saham, obligasi, reksa dana, maupun investasi alternatif.
Setiap instrumen memiliki potensi keuntungan dan risiko yang berbeda. Sebab itu, keputusan investasi perlu mempertimbangkan tujuan keuangan, jangka waktu investasi, kebutuhan likuiditas, serta kemampuan seseorang menghadapi potensi kerugian.
Wealth Management Advisory Head OCBC, Diamond Stole, menilai pemilihan investasi perlu dimulai dengan memahami kebutuhan setiap nasabah.
“Keleluasaan solusi investasi menjadi penting karena tidak ada satu instrumen yang dapat menjawab seluruh kebutuhan nasabah. Wealth management yang personal dimulai dari pemahaman terhadap tujuan nasabah, kemudian diterjemahkan menjadi strategi dan akses kepada solusi investasi yang relevan,” ujar Diamond.
Kebutuhan terhadap pilihan investasi yang lebih luas juga terlihat secara global. Data yang dilansir OCBC menunjukkan 68 persen individu dengan kekayaan tinggi atau high-net-worth individuals berencana meningkatkan investasi pada private equity. Namun, hanya 17 persen yang menilai pengalaman mendapatkan saran investasi mereka sudah terintegrasi dan sesuai dengan kebutuhan pribadi.
Angka tersebut menunjukkan tersedianya beragam produk investasi belum tentu cukup untuk membantu seseorang mengambil keputusan. Pemahaman mengenai karakteristik produk, potensi keuntungan, biaya, dan risiko tetap menjadi bagian penting dalam perencanaan kekayaan.
Akses terhadap produk investasi tertentu juga tidak berarti produk tersebut cocok untuk semua orang. Investor perlu memastikan bahwa instrumen yang dipilih sesuai dengan profil risiko, tujuan investasi, kebutuhan dana, serta pemahaman terhadap produk tersebut.
Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Mengelola Kekayaan? Agar pengelolaan kekayaan lebih terarah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Pertama, tentukan tujuan keuangan. Tujuan yang jelas membantu menentukan strategi dan jangka waktu investasi. Kebutuhan membeli rumah dalam beberapa tahun tentu berbeda dari persiapan pensiun atau membiayai pendidikan anak.
Kedua, pahami profil risiko. Setiap orang memiliki kemampuan dan kesiapan yang berbeda dalam menghadapi penurunan nilai investasi. Pilihan instrumen perlu disesuaikan dengan kondisi tersebut, bukan hanya berdasarkan potensi keuntungan.
Ketiga, lakukan diversifikasi. Membagi investasi ke beberapa jenis aset dapat membantu mengurangi risiko konsentrasi. Meski demikian, diversifikasi tidak menjamin keuntungan ataupun menghilangkan seluruh risiko kerugian.
Keempat, perhatikan likuiditas. Sebagian dana perlu tersedia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan kebutuhan mendesak. Karena itu, seluruh kekayaan sebaiknya tidak ditempatkan pada instrumen yang sulit dicairkan dalam waktu singkat.
Kelima, evaluasi portofolio secara berkala. Perubahan kondisi ekonomi, kebutuhan keluarga, dan tujuan hidup dapat memengaruhi strategi investasi. Evaluasi membantu memastikan komposisi aset tetap sesuai dengan kebutuhan.
Pada akhirnya, pengelolaan kekayaan bukan sekadar mencari instrumen dengan potensi keuntungan tertinggi. Strategi yang tepat perlu mempertimbangkan keseimbangan antara pertumbuhan aset, perlindungan terhadap risiko, dan ketersediaan dana untuk memenuhi kebutuhan.



