Libatkan Penari dari Berbagai Daerah, Ribuan Generasi Muda Tampil di Pagelaran Sabang Merauke 2026

Libatkan Penari dari Berbagai Daerah, Ribuan Generasi Muda Tampil di Pagelaran Sabang Merauke 2026

Travel | inews | Jum'at, 24 Juli 2026 - 10:13
share

JAKARTA, iNews.id - Rangkaian kegiatan budaya nasional, Road to Pagelaran Sabang Merauke 2026 dihelat melibatkan ribuan generasi muda dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelajar, mahasiswa, dan penari mengekspresikan kreativitas sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya Nusantara.

Event tersebut tidak hanya berfokus pada pertunjukan, tetapi juga memberikan ruang bagi talenta muda mengikuti proses pembinaan, kompetisi, hingga kolaborasi lintas daerah. 

Rangkaian kegiatan tahun ini berlangsung pada 25-26 April 2026 melalui tiga agenda utama, yakni grand final kompetisi tari tingkat nasional, grand final audisi penari, serta parade budaya di ruang publik. Ketiga kegiatan tersebut dirancang untuk membuka peluang partisipasi lebih luas bagi masyarakat, baik sebagai penampil maupun penikmat seni budaya.

“Saya sangat mengapresiasi konsistensi Pagelaran Sabang Merauke yang terus hadir sebagai ruang pelestarian budaya Indonesia. Saya sangat tersentuh ketika menyaksikan Pagelaran Sabang Merauke tahun lalu karena menampilkan semangat kebangsaan yang kuat,” ujar Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamenkraf), Irene Umar dalam keterangan pers, Jumat (24/7/2026) 

Aming Santoso, President Director and CEO iForte menyebutkan sejak pertama kali diselenggarakan pada 2022, antusiasme generasi muda terhadap budaya terus meningkat ketika diberikan ruang yang sesuai untuk berekspresi.

“Dengan melihat besarnya minat generasi muda terhadap budaya Indonesia yang perlu difasilitasi melalui wadah yang tepat. Penting untuk mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, agar semakin mengenal, mencintai, dan memiliki budaya Indonesia,” katanya.

Tahun ini, rangkaian Road to Pagelaran Sabang Merauke 2026 dimulai dengan iForte National Dance Competition Inspirasi Diri, kompetisi tari untuk pelajar SMA/K dan perguruan tinggi bertema nusantara yang diikuti oleh 710 grup tari dari 227 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. 

Menggunakan lagu tema sama, yaitu “Inspirasi Diri”, peserta mengembangkan koreografi dengan pendekatan yang beragam. Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana satu karya dapat diterjemahkan menjadi ratusan bentuk ekspresi yang berbeda, baik dari sisi gerak, konsep, maupun pendekatan visual.

Grand Final iForte National Dance Competition diselenggarakan pada 25 April 2026, menghadirkan 30 grup terbaik dari hasil kurasi offline 13 kota di Indonesia, seperti Yogyakarta, Jember, Surabaya, Batam, Makassar, Balikpapan, Jakarta, Semarang, Pekanbaru, Palembang, Medan, Padang, dan Bandung. Adapun juri dari kompetisi ini meliputi Cinta Laura Kiehl, Harashta Zahra, Rusmedie Agus, Dian Bokir dan Pulung Jati.
 
“Melihat besarnya antusiasme tahun ini, proses kurasi kami lakukan secara berlapis dengan fokus tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga pada pemahaman musik, kekuatan konsep, hingga cara peserta menyampaikan pesan di atas panggung. Para peserta terpilih bukan hanya unggul dalam ajang kompetisi, tapi juga siap memberikan performa terbaik sebagai pelaku seni untuk Pagelaran Sabang Merauke nanti,” kata Rusmedie Agus, sutradara pagelaran Sabang Merauke.

Yura Yunita, penyanyi lagu “Inspirasi Diri” mengatakan musik menjadi pintu masuk paling natural. Begitu orang sudah merasa terhubung dengan musik, biasanya mereka jadi lebih terbuka untuk mengeksplorasi hal lain di dalamnya, termasuk budaya.
 
“Di rangkaian Road to Pagelaran Sabang Merauke ini, musik tidak berdiri sendiri, tapi diterjemahkan ke dalam gerak, visual, dan ekspresi. Jadi pendekatannya bukan mengajarkan budaya secara langsung, tapi membuat mereka mengalami dan merasakannya, dari situ koneksinya terbentuk dengan lebih organik. 

Tak hanya Yura, Road to Pagelaran Sabang Merauke juga menghadirkan penyanyi Raisa Andriana, sebagai juri The Audition Pagelaran Sabang Merauke. “Dalam semua bentuk seni, kita bisa sama-sama merasakan jiwanya. Jadi meskipun bentuknya berbeda, rasa itu tetap bisa tersampaikan dan dirasakan lewat tarian yang mereka bawakan,” katanya.