Intip Keseruan Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng, Ada Replika Rumah Adat!

Intip Keseruan Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng, Ada Replika Rumah Adat!

Travel | inews | Jum'at, 10 April 2026 - 19:01
share

JAKARTA, iNews.id - Lebaran Betawi kembali digelar di Lapangan Banteng Jakarta Pusat. Agenda ini diselenggarakan selama dua hari, tanggal 11 dan 12 April 2026.

Dalam gelarannya yang ke-18, Lebaran Betawi kali ini bakal menjadi ajang silaturahmi tokoh adat budaya dan seluruh masyarakat Jakarta. Seperti apa keseruannya?

Acara yang digelar Pemprov DKI Jakarta bersama dengan Badan Musyawarah Betawi dan Majelis Kaum Betawi itu menjadi perhelatan budaya yang meriah dan siap menghibur masyarakat.

Menurut pantauan iNews.id, berbagai fasilitas telah disiapkan dari mulai ondel-ondel, replika rumah adat Betawi, panggung hiburan hingga tenant-tenant yang menyajikan kuliner khas Betawi.

Tidak hanya rumah adat Betawi untuk gubernur, replika rumah adat Betawi yang mewakili kota administrasi di Jakarta juga dibuat dan disediakan oleh masing-masing pemerintah kota. Seperti Kota Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, Jakarta Selatan dan Kepulauan Seribu.

Sekretaris Jenderal Badan Musyawarah Betawi, Tahyudin Aditya mengatakan bahwa persiapan yang telah dilakukan telah mencapai 80 persen.

"Alhamdulillah pada hari ini kami menyelenggarakan Lebaran Betawi yang ke-18 dan persiapannya hampir masuk di 80 persen," kata Aditya saat diwawancarai di Lapangan Banteng, Jumat (10/6/2026).

Keseruan Lebaran Betawi 2026. (Foto: Niko Prayoga)

Ia menjelaskan, replika rumah-rumah adat Betawi yang disiapkan akan menjadi lambang perwakilan dari masing-masing wilayah di DKI Jakarta termasuk pemerintah provinsi dalam acara budaya Sorogan (saling mengantar makanan khas Betawi) yang akan dilaksanakan pada esok hari.

"Biasanya acara sorogan begitu kan atau hantaran ini merupakan sebuah tradisi Betawi, bentuk rasa takzim kami kepada tokoh, kepada orang tua, kepada sesepuh dari yang muda kepada yang tua," ucap dia.

Selain itu, adanya berbagai replika rumah Betawi yang menjadi ikon pada gelaran Lebaran Betawi ke-18 kali ini juga memiliki makna filosofis bahwa masyarakat Betawi merupakan masyarakat yang terstruktur dan memiliki komponen serta kelompok masyarakat yang bervariasi.

Para pekerja membuat ondel-ondel untuk Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. (Foto: Niko Prayoga)

"Jadi, pesannya adalah bahwa struktur masyarakat Betawi itu ada dua komponen, ada kelompok masyarakat kota dan pinggir. Ini bentuk rasa takzim kami gitu kan. Ada pesan begitu bahwa kami, kalau gubernur kan pimpinan, orang tua simbolnya, sementara wali kota rumah kecamatan gitu kan yang bawahan itu adalah bawahan ya menghormati gitu kan,” jelas Aditya.

Tidak hanya replika rumah Betawi, berbagai tenant kuliner khas Betawi juga telah berjejer di sepanjang jalan menuju panggung dan replika rumah Betawi. Tenant-tenant tersebut menjual berbagai macam kuliner khas Betawi.

Seperti kerak telor dan dodol Betawi yang banyak diincar masyarakat. Bahkan, tenant-tenant tersebut sudah ramai pembeli sejak sore hari tadi.

Meski demikian, ada satu hal yang berbeda dalam gelaran Lebaran Betawi ke-18 kali ini. Di mana panitia telah menyiapkan hiburan budaya Ngebuleng atau Bertutur yang belum ada pada gelaran di tahun-tahun sebelumnya.

“Nah tahun ini kami ada rencana acara yang namanya Ngebuleng. Kami juga punya (Budaya) Bertutur yang namanya Ngebuleng. Nah ini juga sebuah tradisi bertutur monolog yang sudah langka gitu kan," pungkas dia.

Topik Menarik