Candi Prambanan dan Kisah Roro Jonggrang: Perpaduan Sejarah dan Legenda Jawa Tengah
JAKARTA, iNews.id - Candi Prambanan merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang paling terkenal dan menjadi ikon wisata sejarah di Jawa Tengah. Selain dikenal sebagai candi Hindu terbesar di Indonesia, Prambanan juga lekat dengan legenda Roro Jonggrang, sebuah kisah rakyat yang mengandung unsur cinta, pengkhianatan, dan kutukan.
Melalui konten “Kata Mereka”, Bang Robby mengulas bagaimana sejarah dan mitos berpadu dalam cerita berdirinya Candi Prambanan, menjadikannya bukan sekadar bangunan kuno, tetapi simbol kebudayaan yang hidup hingga kini.
Secara historis, Candi Prambanan dibangun pada abad ke-9 Masehi, sekitar tahun 850 M, pada masa pemerintahan Raja Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya, Kerajaan Mataram Kuno. Kompleks candi ini didirikan sebagai tempat ibadah umat Hindu untuk memuja Trimurti, yaitu Dewa Brahma, Dewa Wisnu, dan Dewa Siwa. Dengan jumlah sekitar 240 bangunan candi utama dan pendamping, Prambanan mencerminkan kekuatan politik Dinasti Sanjaya serta berkembangnya pengaruh agama Hindu di Jawa Tengah pada masa itu.
Surabaya, Malang, dan Yogyakarta Jadi Destinasi Favorit Pengguna Kereta Api Selama Nataru 2025/26
Dari sisi arsitektur, Candi Prambanan memiliki ciri khas bangunan yang menjulang tinggi dengan pola mandala, mencerminkan konsep kosmologi Hindu. Struktur candi ini diyakini menyerupai Gunung Mahameru, gunung suci tempat bersemayamnya para dewa. Relief-relief yang terpahat pada dinding candi menggambarkan kisah epik Ramayana, menandakan adanya kontak budaya antara Jawa dan India. Keunikan ini menjadikan Candi Prambanan sebagai situs bersejarah sekaligus destinasi wisata budaya yang mendunia.
Di balik fakta sejarah tersebut, berkembang legenda Roro Jonggrang yang menjadi cerita rakyat populer di Pulau Jawa. Legenda ini mengisahkan konflik antara Bandung Bondowoso dari Kerajaan Pengging dan Prabu Boko dari Kerajaan Prambanan. Setelah menaklukkan Prambanan dan membunuh Prabu Boko, Bandung Bondowoso jatuh cinta kepada Roro Jonggrang, putri sang raja. Namun, demi menggagalkan lamaran tersebut, Roro Jonggrang mengajukan syarat mustahil yaitu, membangun seribu candi dalam satu malam yang kemudian berujung pada tipu daya dan kutukan.
Legenda Roro Jonggrang tidak hanya menjadi pelengkap cerita Candi Prambanan, tetapi juga mengandung pesan moral yang kuat. Kisah ini mengajarkan pentingnya kejujuran, konsekuensi dari tipu daya, serta bahaya memaksakan kehendak kepada orang lain. Hingga kini, perdebatan antara asal-usul Candi Prambanan berdasarkan sejarah atau legenda masih terus hidup di masyarakat. Perpaduan inilah yang justru memperkaya nilai budaya Candi Prambanan sebagai warisan sejarah sekaligus simbol bangsa Indonesia.




