10 Villa di Bali Ludes Terbakar Gegara Kembang Api

10 Villa di Bali Ludes Terbakar Gegara Kembang Api

Travel | okezone | Sabtu, 3 Januari 2026 - 17:51
share

JAKARTA - Insiden memilukan terjadi di Desa Pecatu, Kabupaten Badung, Bali, saat malam pergantian tahun baru menuju 2026. Sebanyak 10 vila dikabarkan ludes terbakar.

Insiden itu diduga akibat percikan kembang api yang kemudian menyambar bagian vila yang mudah terbakar. Api lalu menyebar dengan cepat dan melalap vila lainnya.

Peristiwa ini viral di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun TikTok maharani.1205. Pemilik akun tersebut mengabadikan momen dari dalam mobil saat melintasi daerah Pecatu.

Dalam video tampak dari kejauhan kobaran api yang menyala hingga asap yang membumbung tinggi. Langit pun berubah menjadi jingga menyala akibat kobaran api tersebut.

Dari keterangan yang beredar, api diduga berasal dari percikan kembang api yang dinyalakan saat malam pergantian tahun pada Rabu (31/12/2025) malam. Insiden ini pun membuat warganet miris hingga memberikan berbagai komentar.

Mereka menilai pesta kembang api tidak berguna karena dapat menimbulkan bahaya kebakaran seperti kejadian ini. Ada pula yang menilai pemerintah melarang pesta kembang api, namun tidak menindak tegas penjual kembang api.

Hal inilah yang membuat masyarakat tetap bisa membeli dan menyalakan kembang api sendiri. Padahal, tidak semua orang mengetahui cara aman menyalakan kembang api.

“Gara-gara kembang api... enggak ada guna kembang api! Banyak kebakaran! Anjing dan kucing ketakutan lari di sepanjang jalan, banyak mati kena tabrak mobil,” tulis akun Evan.

“Pemerintah melarang adanya kembang api, tapi kenapa dibiarkan ada yang jual kembang api. Tidak ada ketegasan, semua hanya sebuah peraturan saja,” tulis akun LEO.

Ada pula warganet yang menyarankan agar diadakan penjagaan ketat oleh polisi atau petugas adat setempat setiap malam tahun baru. Hal ini untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan seperti insiden kebakaran akibat kembang api.

“Menurut saya, kalau malam tahun baru adakan penjagaan polisi/pecalang di setiap desa. Soalnya banyak saya lihat anak-anak lempar-lempar kembang api dan bikin orang pada kaget, apalagi ada yang sampai kena, itu sangat berbahaya,” tulis akun owner casper.