Cara Pembuatan Tempe, Dibungkus Daun Pisang Rasanya Makin Enak!
JAKARTA, iNews.id - Cara pembuatan tempe sebenarnya cukup mudah untuk dikreasikan. Tempe merupakan makanan tradisional Indonesia yang terbuat dari kedelai difermentasi.
Proses fermentasi tempe biasanya melibatkan pertumbuhan jamur rhizopus oligosporus atau rhizopus oryzae pada biji kedelai yang telah direbus dan dikeringkan. Tempe memiliki tekstur padat dengan rasa yang kaya dan sedikit kacang.
Tempe memiliki warna putih hingga kecoklatan, tergantung pada lama fermentasinya. Tempe tidak hanya populer di Indonesia, tapi juga mendapatkan pengakuan internasional sebagai makanan yang sehat dan bergizi. Selain kaya protein, tempe juga mengandung serat, zat besi, kalsium, serta vitamin B kompleks. Karena itu, tempe sering menjadi pilihan bagi vegetarian atau vegan karena merupakan sumber protein nabati yang baik.
Di Indonesia, tempe kerap dijadikan masakan lezat seperti tempe goreng, tempe bacem, atau tempe sayur. Selain itu, tempe juga dikenal karena manfaatnya bagi kesehatan. Kandungan probiotik di dalamnya dapat meningkatkan kesehatan pencernaan dan sistem kekebalan tubuh. Tempe juga rendah kalori dan lemak jenuh, sehingga cocok untuk mereka yang ingin menjaga berat badan atau mengontrol kolesterol.
Namun, di balik kelezatan tempe apakah Anda tahu cara pembuatan tempe? Berikut cara pembuatan tempe yang sangat sederhana.
Cara Pembuatan Tempe
1. Persiapan Bahan:
Pertama, biji kedelai direndam dalam air selama 6-12 jam untuk menghilangkan kulit luar dan memudahkan proses pengolahan. Setelah itu, biji kedelai dicuci dengan air bersih hingga bersih dari kotoran.
2. Perebusan:
Biji kedelai yang sudah bersih kemudian direbus dalam air hingga empuk. Lama perebusan kurang lebih selama 45 menit hingga 1 jam.
3. Pengeringan:
Setelah direbus, biji kedelai ditiriskan dari air dan dikeringkan hingga tidak lagi basah atau lembap. Hal ini dilakukan agar jamur rhizopus oligosporus yang digunakan dalam fermentasi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
4. Penambahan Starter:
Proses fermentasi dimulai dengan menambahkan starter jamur rhizopus oligosporus ke dalam biji kedelai yang telah dikeringkan. Starter ini biasanya berupa serbuk yang dihasilkan dari biji kedelai yang sudah difermentasi sebelumnya.
5. Penutupan:
Biji kedelai yang telah dicampur dengan starter kemudian diletakkan dalam tempat atau wadah tertutup seperti daun pisang atau plastik. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelembapan dan suhu agar jamur dapat tumbuh dengan optimal.
6. Fermentasi:
Wadah yang berisi biji kedelai yang telah dicampur dengan starter kemudian dibiarkan dalam kondisi ruangan atau tempat yang hangat dengan suhu sekitar 30-35 derajat celsius selama 24-48 jam tergantung pada jenis dan kadar air iklim.
7. Olah Tempe:
Setelah fermentasi selesai, tempe siap dipotong-potong dan dimasak sesuai dengan selera.
Itulah sekilas tentang cara pembuatan tempe yang sederhana. Anda bisa memasak dengan selera masing-masing. Semoga bermanfaat!
