5 Fakta Harga Beras Mahal hingga Pembelian Dibatasi

5 Fakta Harga Beras Mahal hingga Pembelian Dibatasi

Travel | BuddyKu | Sabtu, 23 September 2023 - 06:42
share

JAKARTA - Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra menjelaskan, kondisi pasokan beras mulai turun karena para produsen atau distributor mulai enggan menjual produknya ke ritel modern.

Sebab jualan ke pasar modern perlu mengacu Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Kebijakan HET untuk beras akan membebankan para produsen ataupun distributor ritel modern. Karena harga gabah sebetulnya memang sudah mahal, sebab saat ini tidak ada regulasi yang mengatur soal harga gabah.

Ombudsman pun mengusulkan kepada pemerintah untuk mencabut kebijakan HET terutama untuk beras Premium. Kebijakan itu dikhawatirkan bakal berdampak sama dengan kasus kelangkaan minyak goreng yang terjadi beberapa waktu lalu.

Berdasarkan pantauan Okezone di salah satu minimarket, Tanjung Duren, Jakarta Barat hari ini, Rabu (20/9/2022). Beberapa merk beras tersusun rapih dengan label harga baru yakni di kisaran Rp69.500 per kg (tergantung merek). Untuk merek beras Setra Wangi dengan berat isi 5 kg dijual seharga Rp69.500, Raja Platinun Rp69.500, Raja Ultima Rp69.500, Sania Rp69.500, Setra Ramos Rp69.500, Rojo Premium Rp69.500, Pulen Setra Rp69.500, dan bahkan beras merek alfamart sendiri dipatok dengan harga Rp95.000.

Berikut fakta menarik terkait kenaikan harga beras:

1. Kondisi Produksi Beras Nasional

Pada sisi faktor internal, produksi beras di Indonesia mengalami penurunan. Hal tersebut karena adanya musim kemarau panjang dampak dari el nino sehingga lahan pertanian terancam gagal panen.

Pihak pemerintah telah memproyeksikan adanya faktor musim kemarau panjang. Oleh karena itu, perkiraan produksi beras nasional akan menurun sekitar 1,5 juta ton sepanjang 2023.

2. Dampak India Stop Ekspor Beras

Faktor eksternal yang memengaruhi harga beras naik karena harga beras di negara eksportir beras dunia sudah naik sekitar 3%. Ditambah India tengah memasuki tahun politik sehingga otoritas setempat semakin menekan harga beras dengan cara memenuhi kebutuhan pasar.

Fakta tersebut membuat kebijakan ekspor beras India dilarang. Padahal porsi importasi beras Indonesia dari India sebesar 22% dari kuota impor yang diberika pemerintah.

3. Stok di Supermarket Menipis

Pengakuan dari salah satu pegawai ternyata hampir semua merk beras dipatok dengan harga yang relatif sama. Sehingga sebagian merk beras sudah ada yang dibatasi pada saat pembelian, bahkan ada yang hanya boleh membeli maksimal 1 pcs beras per konsumen atau struk dengan beras beras 5 kg.

Akan tetapi ia juga menyampaikan bahwa ketentuin ini hanya berlaku dibeberapa supermaket saja. Tergantung dari persediaan stok di supermarket itu sendiri, apabila stok persediaannya limit makan pembatasan pembelian beras akan dilakukan, tapi apabila stok persediannya mencukupi tidak akan di berlakukan sistem pembatasan pembelian beras.

4. Fenomena El Nino

El Nino adalah fenomena pemanasan Suhu Muka Laut (SML) di atas kondisi normalnya yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah. Pemanasan SML ini meningkatkan potensi pertumbuhan awan di Samudera Pasifik tengah dan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia.

Singkatnya, El Nino sendiri merupaka sebuah fenomena yang memicu terjadinya kondisi kekeringan untuk wilayah Indonesia secara umum dengan jangka panjang (kemarau panjang). Berdasarkan pengamatan yang dilakukan BMKG, indeks El Nino pada saat ini mencapai level moderate. Fenomena El Nino membuat musim kemarau 2023 menjadi lebih kering dan curah hujan pada kategori rendah hingga sangat rendah.

5. Kata Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa harga beras di pasar masih tergolong tinggi dan belum mengalami penurunan.

Akan tetapi, Presiden menyebut saat ini beras SPHP dari Bulog telah mulai disalurkan ke pasar tersebut.

Kita harapkan dengan operasi pasar yang dilakukan Bulog, harga juga bisa turun beras ya, ujar Jokowi

Topik Menarik