Peran Aktif Diaspora Pelajar dalam Diplomasi di Jepang

Peran Aktif Diaspora Pelajar dalam Diplomasi di Jepang

Travel | BuddyKu | Jum'at, 8 September 2023 - 18:51
share

Oleh: Fadlyansyah Farid (Sekertaris Jendral PPI Jepang Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin)

TIDAK sedikit pelajar Indonesia yang akhirnya melanjutkan pendidikan di luar negeri, tidak hanya dalam rangka menambah wawasan pendidikan formal (baik ditingkat SMA, sekolah bahasa, program undergraduate hingga Doktoral), juga berharap bisa memperluas wawasan budaya negara yang dituju.

Tanpa disadari oleh individu tersebut, sebagai warga negara Indonesia yang mengenyam pendidikan di Luar Negeri, ternyata merekalah representasi Indonesia di lingkungan terdekat mereka. Mendengar kata pelajar atau mahasiswa, saya teringat kalimat Mahasiswa sebagai agen perubahan, kata-kata yang dipopulerkan oleh Soe Hok Gie ini selalu berkumandang jika kita ada dalam aktivitas organisasi kemahasiswaan, tidak heran kata ini lumrah digunakan, berkaca dari beberapa pergerakan besar di Indonesia yang dimotori langsung oleh Organisasi mahasiswa sebut saja Budi Utomo yang memprakarsai Sumpah Pemuda pada pra-kemerdekaan tahun 1928. Hingga hari ini para pelajar/mahasiswa dipelosok negeri menjadi penggerak pada perbaikan demokrasi, kebijakan hingga sistem pemerintahan.

Lalu bagaimana pelajar Indonesia yang sedang mengenyam pendidikan di Luar Negeri? Seperti di awal tadi, pelajar Indonesia adalah salah satu bentuk representasi Indonesia, dengan kata lain pelajar menjadi ujung tombak Indonesia dalam mencerminkan Indonesia di masyarakat Dunia, dengan people-to-people contact sebagai cara membaurkan budaya Indonesia ke dunia luar.

Ini dikenal juga dengan istilah Diplomasi Rakyat (Peoples Diplomacy) agar bisa membangun fondasi persahabatan yang berkesinambungan juga menciptakan lingkungan yang menguntungkan guna meningkatkan hubungan kerjasama baik ditingkat individu, lokal hingga internasional. Sebagai Individu, pelajar secara tidak langsung menularkan budaya yang dibawanya sebagai identitas WNI, terkadang berperan aktif menceritakan banyak hal yang menjadi pengalaman sebagai orang Indonesia kepada teman-teman, para staff hingga warga lokal yang mereka temui.

Lebih jauh lagi, bukan hanya budaya yang menjadi fokus untuk dikembangkan, juga sebagai pelajar dengan wawasan akademik yang memadai menjadikan keterlibatan pertukaran, penyebaran dan penyerapan ilmu pengetahuan ilmiah menjadi penting demi mengembangkan kerjasama dibidang akademik yang lebih unggul di tahun-tahun berikutnya. Kerjasama ini sudah terlihat membuahkan hasil dari para Alumni yang bisa mengkoneksikan tidak hanya penelitian antar peneliti saja, namun ke tingkat Universitas sebagai pusat Lembaga riset.

Kondisi ini yang mendasari kenapa pemerintah turut hadir dalam diplomasi rakyat para pelajar dengan menempatkan perwakilan di tiap negara, bahkan satu negara bisa membutuhkan lebih dari satu perwakilan demi bisa menjangkau Diaspora, khususnya pelajar. Ini juga ditegaskan oleh Wakil Presiden Maruf Amin pada kunjungan kenegaraannya di Jepang dengan mengatakan Kehadiran diaspora di Jepang dapat berkontribusi secara postif, menjadi duta Indonesia, memberikan karya terbaik, mematuhi hukum setempat, saling jaga silaturahmi dan saling membantu, dalam kutipan tersebut pemerintah secara langsung mendorong WNI agar mengembangkan potensi diri agar bisa diterima oleh lingkungan sekitar.

Besarnya peran diplomasi dari pelajar Indonesia ini tentu memerlukan wadah untuk bisa mengarahkan pergerakan pelajar yang positif agar wajah Indonesia di Luar Negeri lebih harum dan bisa dibanggakan.

Di Jepang sendiri, pada tahun 2023 ini tercatat lebih 7.000 pelajar dari berbagai strata pendidikan yang sedang menuntut ilmu. Para pelajar Indonesia di Jepang membentuk Persatuan Pelajar Indonesia di Jepang (PPI Jepang atau PPIJ) pada tahun 1953, dengan tujuan kongkrit menyatukan gagasan dan upaya untuk menghimpun pelajar yang ada di Jepang.

Dari tahun ke tahun komunitas pelajar ini selalu mempunyai gagasan dalam bidang ilmiah dan sosial kebudayaan, dimana kesemuanya itu melibatkan pelajar Indonesia untuk mempromosikan Indonesia tentunya.

Terakhir PPIJ membuat kegiatan bertajuk Indonesian Student Festival menampilkan kebudayan dan kesenian Indonesia, acara ini tidak hanya dihadiri oleh WNI saja, banyak juga warga negara asing yang mengikuti acara ini. Harapan demi harapan terus dicurahkan agar komunitas ini menjadi wadah yang bisa menaungi semua pelajar Indonesia di Jepang. (*)

Topik Menarik