Sejarah dan Silsilah Nenek Moyang Prabowo Subianto Djojohadikusumo

Sejarah dan Silsilah Nenek Moyang Prabowo Subianto Djojohadikusumo

Travel | BuddyKu | Rabu, 30 Agustus 2023 - 14:44
share

FAJAR.CO.ID, JAKARTA Djojohadikusumo merupakan tokoh terpandang dan keluarga ningrat yang memiliki pengaruh besar di tanah air.

Nama keluarga ini mulai mencuat sejak sosok Raden Mas Margono Djojohadikusumo (1894-1978) menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Agung Sementara yang pertama. Dia juga dikenal sebagai pendiri BNI 46.

Silsilah keluarga Djojohadikusumo dituangkan dalam postingan utas Neo Historia Indonesia.

Raden Mas Margono Djojohadikusumo

Dirujuk dari sejarah versi keluarga Djojohadikusumo, asal-usulnya disebut sepantaran dengan kampung halamannya yakni di Kabupaten Banyumas.

Raden Mas Margono merupakan putra dari Raden Tumenggung Mangkuprodjo dan cucu dari Raden Kartoatmodjo dari pernikahannya dengan RAy Djojoatmojo (Cicit dari Sri Sultan Hamengkubuwono II).

Dari keturunan RAy Djojoatmodjo dan RA Kistaboen, menjadikan keluarga Djojohadikusumo dapat dilacak hingga ke luluhurnya pendiri Mataram, Danang Sutawija.

Raden Kartoadmodjo merupakan anak dari Raden Muhammad yang merupakan anak dari Raden Tumenggung Kertanegara IV (Panglima Laskar Diponegoro Wilayah Gowong, Kedu).

Malai dari Raden Tumenggung Kertanegara IV hingga ke leluhur Keluarga Djojohadikusumo yakni Raden Joko Kaiman alias Adipati Mrapat dinamakan sebagai Trah Wargahutama-Wirahutama-Wirasaba.

Trah

Istilah Trah ini tidak hanya satu melainkan terdiri dari benerapa cabang. Keluarga Djojohadikusumo termasuk ke cabang Kertanegaran.

Cabang lainnya disebut Yudanegaran menurunkan Kapiten Cina, Tan Jing Sing dari pihak ibu.

Lalu, ada juga cabang keluarga ini yakni cabang Danuredjan menurunkan Patih Yogyakarta, Danuredja.

Trah Wargahutama-Wirahutama-Wirasaba adalah sebuah Klan Penguasa terdahulu di Banyumas. Berdirinya Banyumas berawal dari Unifikasi antara Wirasaba salah-satu wilayah Majapahit dan Pasir Luhur Mandala dari Kerajaan Sunda-Galuh.

Pada masa kekuasaan Joko Kaiman alias Adipati Mrapat, dia membentuk Trah sendiri bernama Wargahutama merupakan menantu dari Adipati Wirasaba yang berasal dari Trah Wirahutama.

Leluhur Trah Wirahutama adalah sosok Jaka Katuhu anak dari bangsawan Majapahit, Arya Baribin dan Putri Sunda-Galuh, Dewi Ratna Pamekas. Jaka Katuhu berhasil menjadi Adipati Wirasaba setelah diangkat anak Raden Paguwan alias Adipati Wirahudaya.

Joko Kaiman merupakan anak dari Banyak Sasra adik dari Raden Jaka Katuhu. Ibunya adalah Puteri dari Banyak Geleh alias Adipati Mangkubumi II menggantikan kakaknya Banyak Belanak alias Adipati Mangkubumi I.

Banyak Belanak tumbang ditangan puteranya, Banyak Thole. Baik Banyak Geleh dan Banyak Belanak merupakan keturunan dari Banyak Catra alias Arya Kamandaka, penguasa mandala Pasir Luhur yang disebut-sebut sebagai Putera Sri Baduga Maharaja alias Prabu Siliwangi dari isterinya, Nyi Ambetkasih.

Banyak Catra merupakam saudara Gagak Ngampar, penguasa mandala Dayeuhluhur di Cilacap. Mereka berdua merupakan saudara tiri dari Walangsungsang (Pendiri Cirebon), Surawisesa (Raja Sunda) dan Kian Santang.

Jika dilihat, keluarga Djojohadikusumo berasal dari bangsawan Jawa keturunan bangsawan Sunda. Ini juga dipengaruhi tempat asalnya Bayumas yang merupakan tempat pertemuan budaya Jawa dan Sunda di masa lalu.

Sekali lagi, keluarga ini dikenal karena sosok Raden Mas Margono Djojohadikusumo (1894-1978).

Istri Raden Mas Margono Djojohadikusumo

Istrinya bernama Siti Katoemi Wirodihardjo. Dia adalah putri dari Dr. R. Kahono Wirodihardjo yang merupakan keturunan dari KRT Wirodigdo alias Ki Ageng Wiroreno (Bupati Nayaka Kartasura).

Istrinya RA Kistaboen yang merupakan keturunan Pangeran Singasari alias Pangeran Prabujoyo Adi Senopati Ingalogo alias Sunan Malang.

Sunan Malang adalah putera Susuhunan Amangkurat IV yang dikenal karena membangun basis di Malang. Ini berguna untuk melancarkan makar melawan kakak tirinya, Susuhunan Pakubuwono II kala itu.

Katoemi yang merupakan saudari dari ekonom ternama, Saroso Wirodihardjo dan juga ipar dari Prof. Dr. Julie Sulianto Saroso.

Anak Raden Mas Margono Djojohadikusumo

Raden Mas Margono memiliki tiga putra yakni Prof. Dr. R. Soemitro Djojohadikusumo, Kapten R. Subianto Djojohadikusumo dan Taruna R. Soejono Djojohadisukumo.

Subianto dan Soejono dinyatakan gugur dalam pertempuran Lengkong di Serpong, Tangerang.

Sedangkan, Soemitro pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan dan juga menteri Perdagangan selama era Orde Lama.

Soemitro bergabung ke barisan PRRI mengikuti leluhurnya Pangeran Singasari. Barisan PRRI dianggap makar terhadap Presiden Soekarno. Soemitro pun sempat melarikan diri ke liar negeri sebelum kembali ke tanah air di masa orde baru.

Kepulangannya ke Indonesia di masa orde baru membuat dia dipercaya sebagai Menteri Riset dan juga Menteri Perdagangan oleh Presiden Soeharto.

Tahun 1947, Soemitro menikahi Dora Marie Siregar keturunan dari Tawalijn Sigar, seorang Kepala Distrik di Langowan, Minahasa.

Dia awalnya menentang Kristenisasi lantaran sang istri adalah seorang Walian (pendeta atau imam sekaligus tabib dalam kepercayaan Malesung). Namun, berkat usaha penginjil keturunan Jerman, Johann Gotliebb Schwarz, Tawalijn bersedia menerima iman Kristen.

Keduanya dikaruniai mereka dikaruniai anak yang salah-satunya menjadi calon oresiden saat ini. Adapun anak-anaknya yakni Biantiningsih Miderawati Djiwandono, Marjani Ekowati le Maistre, Prabowo Subianto Djojohadikusumo, dan Hashim Sujono Djojohadikusumo. (Elva/Fajar)

Topik Menarik