Dua Kapal Pemburu Ranjau Asal Jerman Tiba di Indonesia

Dua Kapal Pemburu Ranjau Asal Jerman Tiba di Indonesia

Travel | BuddyKu | Senin, 14 Agustus 2023 - 10:18
share

IDXChannel - Pesanan dua unit kapal pemburu ranjau tiba di Indonesia. Kapal itu tiba di tanah air setelah berlayar hampir sebulan dari Galangan Abeking & Resmussen, Lamwerder-Bremen, Jerman.

Panglima Komando Armada Republik Indonesia (Pangkoarmada RI) Laksamana Madya Herru Kusmanto mengatakan, dua kapal perang pemburu ranjau bernama KRI Pulau Fani-731 dan KRI Pulau Fanildo-732 itu, akan diserahkan dari Kementerian Pertahanan (Kemhan) ke Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), dan langsung ditempatkan di Koarmada II.

"Terkait dengan penambahan dua alutsista yang sudah diluncurkan hampir satu bulan lalu dari Jerman, itu sudah berada di Surabaya," kata Herru, Senin (14/8/2023).

Dia menambahkan, insya Allah KRI Fani dan KRI Fanildo akan diserahkan pada hari ini dari Kementerian Pertahanan kepada KSAL dan langsung ke Koarmada II.

Sebelumnya, KSAL Muhammad Ali menjelaskan, dua unit kapal perang pemburu ranjau jenis Mine Counter Meassure Vessel (MCMV) itu, akan langsung ditempatkan di Koarmada II.

Kemudian untuk kapal pemburu ranjau yang sudah ada di Koarmada II, kata Ali, akan dipertimbangkan untuk disebar ke Koarmada lain yang belum memiliki kapal pemburu ranjau.

"Nanti kita tinggal memikirkan untuk kapal buru ranjau yang lama mungkin akan didispersi ke Armada yang lain. Karena dalam rangka penyeragaman, dan penyetaraan dari armada-armada," kata Ali.

Diketahui, kapal tersebut didelivery oleh Laksamana Muhammad Ali di Galangan Abeking & Resmussen, Lamwerder - Bremen, Jerman pada Jumat (26/5/2023).

Ali mengatakan, kapal tersebut berbeda dengan kapal penyapu ranjau, karena memiliki teknologi yang lebih canggih.

Jadi kapal ini dilengkapi dengan peralatan canggih, baik sensor, maupun alat-alat pendeteksi ranjau dan mentralisi terhadap ranjau, ranjau apapun. Termasuk magnetik, akustik, tekan, dan ranjau kombinasi dia bisa laksanakan pemburu ranjau.

Kapal tersebut, kata Ali, menggunakan bahan baja non-magnetik serta memiliki degaussing system, yaitu sistem untuk mengurangi kemagnetan kapal, serta dilengkapi penggerak motor elektrik untuk mengurangi tingkat kebisingan.

"Jadi ini teknologinya cukup kekinian, dan merupakan kapal buru ranjau yang cukup canggih, di mana bahannya dari steel, non magnetic steel. Ya jadi dia baja tapi dia tidak mempunyai medan magnet, pengaruh kemagnetan," katanya. (NIY)

Topik Menarik