Sejarah dan Makna Umrah dalam Islam

Sejarah dan Makna Umrah dalam Islam

Travel | BuddyKu | Selasa, 25 Juli 2023 - 16:50
share

AKURAT.CO Umrah adalah salah satu ibadah dalam agama Islam yang memiliki sejarah yang panjang dan bermakna. Ibadah Umrah merupakan kunjungan ke Baitullah (Ka\'bah) di Makkah, Arab Saudi, dan dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun, tidak seperti ibadah haji yang memiliki waktu tertentu dalam tahun Islam.

Sejarah Umrah dapat ditelusuri kembali ke masa Rasulullah Muhammad SAW. Pada awalnya, umat Islam yang tinggal di Madinah melakukan perjalanan untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah bersama Rasulullah di Makkah. Namun, setelah peristiwa Hudaibiyah pada tahun 628 Masehi, perjanjian damai ditandatangani antara kaum Muslimin dan penguasa Makkah, yang memungkinkan umat Islam untuk melaksanakan ibadah umrah tanpa rasa takut.

Setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW, tradisi umrah tetap berlanjut di kalangan umat Islam. Berbagai peristiwa sejarah juga terjadi di masa-masa selanjutnya, termasuk peristiwa-peristiwa selama periode kekuasaan berbagai dinasti Islam. Pada masa Dinasti Umayyah dan Abbasiyah, umat Islam dari berbagai belahan dunia berkunjung ke Makkah untuk melakukan ibadah umrah.

Selama berabad-abad, umrah menjadi semakin mudah dilaksanakan karena kemajuan transportasi dan infrastruktur. Pada abad ke-20, berkat perkembangan teknologi, jumlah jamaah umrah dari berbagai negara semakin meningkat.

Perhatian terhadap kemudahan dan keamanan bagi jamaah umrah terus meningkat, terutama setelah munculnya Kerajaan Arab Saudi modern yang mengeksploitasi potensi ekonomi dari kegiatan ziarah ini. Makkah mengalami transformasi besar dengan pembangunan infrastruktur modern seperti hotel, transportasi, dan fasilitas lainnya untuk menampung jumlah jamaah umrah yang terus meningkat.

Penting untuk diingat bahwa umrah adalah ibadah yang memiliki nilai spiritual dan penuh makna bagi umat Islam. Selain merenungkan sejarah perjalanan umat Islam dan Rasulullah, melaksanakan umrah juga menjadi kesempatan untuk berkontemplasi, bertobat, dan mendekatkan diri kepada Allag.

Penting untuk diketahui bahwa Umrah memiliki prosesi dan ritus-ritus tertentu yang harus diikuti oleh jamaah selama pelaksanaannya.

Berikut adalah rangkaian prosesi umrah secara umum:

Ihram: Jamaah yang akan melaksanakan umrah pertama kali memasuki wilayah miqat (tempat yang ditentukan di luar Makkah) dan mengambil pakaian ihram. Pakaian ihram adalah pakaian khusus yang terdiri dari dua potong kain yang tidak dijahit untuk laki-laki, dan pakaian sopan yang tertutup untuk perempuan. Dalam keadaan ihram, jamaah dilarang melakukan tindakan-tindakan tertentu seperti mencukur rambut, berburu, berbicara kasar, dan berhubungan seksual.

Tawaf: Setelah mencapai Makkah, jamaah melakukan tawaf, yaitu mengelilingi Ka\'bah sebanyak tujuh putaran mengelilingi arah jarum jam. Tawaf dimulai dari Hajar Aswad, yaitu batu hitam di salah satu sudut Ka\'bah. Tawaf ini merupakan bentuk penghormatan dan cinta kepada Allah SWT.

Sa\'i: Setelah tawaf, jamaah melakukan sa\'i, yaitu berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan bukit Marwah sebanyak tujuh kali. Sa\'i mengenang tindakan Hajar, istri Nabi Ibrahim AS, yang mencari air untuk putranya Isma\'il AS di antara dua bukit tersebut. Sa\'i menunjukkan kesabaran, ketekunan, dan kepercayaan kepada Allah.

Tahallul: Setelah menyelesaikan sa\'i, laki-laki biasanya mencukur rambut mereka, sementara perempuan memotong ujung rambut mereka sebagai tanda pembebasan dari ihram.

Setelah selesai tahallul, jamaah telah menyelesaikan rangkaian ibadah umrah. Umrah dapat dilakukan kapan saja selama tahun, kecuali pada periode haji, di mana ibadah haji menjadi prioritas utama.

Selama pelaksanaan umrah, jamaah dianjurkan untuk berdoa dan berzikir, merenungkan makna dan tujuan di balik ibadah ini. Umrah juga menjadi kesempatan bagi jamaah untuk berdoa untuk diri mereka sendiri, keluarga, dan seluruh umat Islam.

Penting untuk diingat bahwa ibadah umrah adalah bentuk ibadah sukarela dan bukan kewajiban seperti haji. Meskipun demikian, melaksanakan umrah dianggap sebagai tindakan yang sangat mulia dan penuh berkah dalam agama Islam.[]