Memilih Pemimpin Berpengetahuan Geopolitik Dan Geostrategi Indonesia
Ir. Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia, telah menyampaikan berbagai pemikiran terhadap konsepsi geopolitik, geostrategi, etika pemerintahan, maupun tentang kepemimpinan.
Semua itu dipadatkan menjadi visi bangsa yang sangat penting bagi perjalanan sejarah Indonesia.
Seorang visioner yang jernih, semacam Bung Karno, sepertinya tahu bahwa ke depan untuk membangun sebuah bangsa dan negara, dibutuhkan sebuah struktur pemikiran yang tidak gampang rapuh.
Bahan-bahan pondasi kebangsaan yang diletakannya itu bersemayam pada pengertian geopolitik dan geostrategi, juga pada pengertian etika pemerintahan.
Dalam pengertian geopolitik itulah, antara lain, ada analisis tentang bagaimana kekuatan dan negara bersaing untuk pengaruh, juga kontrol terhadap wilayah-wilayah strategis.
Adapun gesotrategi, berfokus pada perencanaan dan pelaksanaan strategi politik, militer, dan ekonomi berdasarkan aspek geografis. Hal ini mencakup penentuan jalur tindakan yang optimal untuk mencapai tujuan-tujuan nasional melalui pemanfaatan aset geografis negara.
Sedangkan etika pemerintahan, adalah kepastian pemerintah bertindak secara adil, jujur, transparan, dan bertanggung jawab dalam melayani kepentingan publik.
Oleh karena itulah mengapa hubungan geopolitik dan geostrategi dengan etika pemerintahan, yang merupakan perpaduan kompleks antara pertimbangan strategis, nilai-nilai moral, dan tanggung jawab sosial dapat menjadi panduan bagi pemerintah dalam mengambil keputusan yang bertanggung jawab dan bermanfaat bagi seluruh warga Indonesia (dan umat manusia).
Hal-hal demikian semakin mendesak lagi mengingat dewasa ini dinamika jelang Pemilu 2024 sudah semakin menderu. Maka dalam konteks pemilu, geopolitik dan geostrategi memiliki peran yang penting dalam mempengaruhi pilihan pemilih.
Lantas siapakah (calon) pemimpin itu? Bung Karno, dengan jelas memberitahukan bahwa: Seorang pemimpin harus memiliki keberanian dan kebijaksanaan untuk mengambil keputusan yang sulit. Dia harus memiliki visi jauh ke depan dan kemampuan untuk memimpin dengan contoh yang baik.
Dasar-dasar pondasi itulah yang membuat negara stabil dan bangsa pun demikian solid, karena apa yang diletakan Bung Karno terhadap konsepsi geopolitik, geostrategi, dan etika pemerintahan bukanlah doktrin yang mudah robek, maka konsepsi-konsepsi ini selalu hadir.
Hal ini relevan dan aktual manakala di tahun politik ini warga negara sibuk mengkalkulasi calon pemimpin yang ideal. Oleh karenanya konsepsi ini bisa menjadi panduan untuk memberikan krieteria bahwa pemimpin yang ideal itu adalah profil kombinasi dari kualitas kepemimpinan yang strategis, etika pemerintahan yang kuat, dan pemahaman yang baik tentang dinamika geopolitik dan geostrategi.
Ini kemimpinan strategis yang selalu memahami kondisi internal dan eksternal negara, lalu mengidentifikasi peluang dan tantangannya, serta mengembangkan strategi yang tepat untuk mencapai keunggulan kompetitif dan keberhasilan jangka panjang bangsa secara keseluruhan.
Pemimpin seperti ini akan mampu membawa bangsa dan negara, atau masyarakat, menuju masa depan yang lebih baik dan lebih stabil di tengah tantangan kompleks dunia modern.
Untuk itu calon pemimpin tampil dalam ajang kampanye pesta demokrasi harus cerdas. Isu-isu global dan nasional, keamanan, hubungan luar negeri, dan alokasi sumber daya alam dan manusia ketika menjadi fokus tema kampanye calon pemimpin dalam pemilu, maka ini dapat membentuk pandangan dan preferensi pemilih terhadap calon pemimpin.
Maka sebaiknya memilih pemimpin ideal dalam pemilu dengan berdasarkan pertimbangan yang matang dan partisipasi aktif, sehingga para pemilih dapat memberikan suara mereka kepada pemimpin yang dapat membawa kepada hal positif dan melayani kepentingan masyarakat dengan baik.
Dari situlah Pencasila mengejawantahkannya secara tepat. Dengan demikian relevansi dan konteks geopolitik, geostrategi, dan etika pemerintahan dengan Pancasila sangat penting untuk dipahami sebagai panduan dalam memiliih pemimpin di dalam kepemimpinan strategis.
Prof . Dr . Ermaya Suradinata , SH , MH , MS , adalah mantan Dirjen Sospol Depdagri RI, Rektor IPDN, Gubernur Lemhannas RI, dan saat ini Dewan Pakar Bidang Geopolitik dan Geostrategi BPIP RI.




