Pengenalan Jenis dan Panduan Praktis Budidaya Jamur Tiram

Pengenalan Jenis dan Panduan Praktis Budidaya Jamur Tiram

Travel | BuddyKu | Jum'at, 23 Juni 2023 - 17:36
share

RAKYAT.NEWS, LIFESTYLE Jamur tiram, atau dikenal juga sebagai oyster mushroom dalam bahasa Inggris, adalah salah satu jenis jamur yang populer di kalangan penggemar makanan sehat. Jamur ini memiliki rasa yang lezat dan tekstur yang unik, menjadikannya salah satu bahan makanan yang sering digunakan dalam hidangan khas Asia.

Apakah Anda tertarik untuk mencoba menanam jamur tiram sendiri di rumah? Artikel ini akan memberikan pengenalan tentang jenis-jenis jamur tiram yang populer dan panduan praktis tentang cara menumbuhkan jamur tiram dalam skala kecil di rumah Anda.

1. Jenis Jamur Tiram

Jamur tiram memiliki beragam jenis yang masing-masing memiliki karakteristik unik. Berikut adalah beberapa jenis jamur tiram yang populer:

Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus): Jenis jamur tiram yang paling umum dan paling banyak ditemukan di pasar. Memiliki bentuk kerucut dengan warna yang beragam, dari putih hingga coklat kemerahan.

Jamur Tiram Kuning (Pleurotus citrinopileatus): Biasanya memiliki tekstur yang lebih renyah daripada jamur tiram putih. Memiliki warna yang khas, yaitu kuning cerah hingga orange.

Jamur Tiram Hitam (Pleurotus ostreatus var. Columbinus): Memiliki warna hitam keunguan yang menarik dan tekstur yang lebih padat dibandingkan dengan varietas lainnya.

Jamur Tiram Pink (Pleurotus djamor): Jenis jamur tiram yang memiliki warna pink cerah, membuatnya menjadi pilihan yang menarik dalam hidangan.

2. Persiapan Media Tanam

Untuk menumbuhkan jamur tiram, Anda membutuhkan media tanam yang sesuai. Media yang biasa digunakan adalah serbuk jerami padi atau serbuk kayu. Pastikan media ini telah dikukus terlebih dahulu untuk mematikan mikroorganisme yang tidak diinginkan.

3. Inokulasi

Setelah media tanam sejuk, masukkan bibit jamur tiram yang sudah bersiap. Bibit ini dapat Anda beli dari peternak jamur yang terpercaya atau jika Anda sudah memiliki jamur tiram sebelumnya, Anda bisa menggunakan baglog yang sudah mengandung spora jamur tiram.

4. Penyimpanan dan Perawatan

Tempatkan media tanam di tempat yang lembab dan gelap, seperti ruang bawah tanah atau gudang yang tidak terkena sinar matahari langsung. Pastikan suhu ruangan tetap stabil antara 20-26 derajat Celsius. Jaga kelembaban dengan menyemprotkan air pada media tanam setiap hari.

5. Panen

Jamur tiram siap dipanen dalam waktu sekitar 2-4 minggu setelah inokulasi. Saat jamur sudah mencapai ukuran yang cukup besar namun sebelum tutupnya terbuka sepenuhnya, lepaslah jamur tersebut dengan memotong pangkal tangkainya. Jangan mencabut jamur tiram karena dapat merusak media tanam yang masih bisa digunakan lagi.

Budidaya jamur tiram dapat menjadi hobi yang seru dan juga menguntungkan. Selain bisa memenuhi kebutuhan pribadi Anda, jamur tiram juga bisa dijual sebagai sumber pendapatan tambahan.

Topik Menarik