5 Alasan Masakan Rendang Banyak Mengandung Lemak, Kuliner Terlezat di Dunia versi CNN
JAKARTA, celebrities.id - Alasan masakan rendang banyak mengandung lemak. Siapa tidak mengenal masakan rendang? Olahan sapi dan santan dimasak berjam-jam tentu saja lezat dan terkenal di masakan khas Padang, Sumatra Barat.
Makanan yang dimasukkan ke daftar kekayaan kuliner dunia terlezat ini juga memiliki penggemar. Bukan hanya Tanah Air, tapi juga mancanegara.
Akan tetapi, dibalik itu semua ada hal keburukan yang menanti pecinta kuliner olahan daging sapi dan santan tersebut. Mengapa masakan rendang mengandung banyak sekali lemak?
Satu hal yang perlu diketahui, daging rendang memiliki banyak serat untuk dimasak rendang paling tepat bagian paha. Mengutip dari beragam sumber, Selasa (13/6/2023), ada alasan masakan rendang banyak mengandung lemak.
Lemak yang terkandung cukup banyak dari santan. Dimasak mengahbiskan waktu yang cukup lama, membuat lemak jenuh terkandung didalamnya.
Jika dikonsumsi jangka panjang, tentu memiliki risiko bagi tubuh Anda. Perlu diingat, berikut ini 5 dampak bagi tubuh jika menyantap rendang dalam jangka waktu panjang.
1. Tingkatkan asam lambung
Kandungan santan berlebih menjadi hal paling utama mengancam dari sisi organ dalam tubuh, yakni asam lambung. Lemak jenuh hasil dari santan yang dimasak lama bisa membuat perut terasa perih.
2. Muncul jerawat bukan jelang haid
Akibat dari pangan minyak berlebih atau lemak ini juga timbul ke wajah menjadi jerawat. Para kaum hawa tentu menghindari kemunculan jerawat bukan pada saat menjelang haid.
3. Diare berkelanjutan
Santan penghasil gas juga benar adanya. Selain asam lambung, ada juga diare yang menyerang tiada henti.
4. Tingkatkan kadar kolesterol
Selanjutnya minyak berlebih dalam kandungan masakan rendang dari santan juga berpengaruh untuk meningkatkan kadar kolesterol.
Hal ini memicu buncit atau lemak jenuh menumpuk dan dibiarkan bersarang dalam tubuh.
5. Risiko kena serangan jantung
Terakhir, minyak gas dari santan juga membuat alirah darah memompa ke jantung terhambat. Tentu saja, masakan rendang memiliki risiko si penyantap terkena serangan jantung.

