Terminal Bus Tertua di Indonesia, Ada yang Bediri Sejak Tahun 60-an
JAKARTA Terminal bus merupakan tempat yang sangat penting bagi moda transportasi darat, khususnya bus. Karena, setiap bus menaikan dan menurunkan penumpang di terminal.
Melihat peran yang sangat penting, terdapat beberapa terminal bus yang sudah didirikan sejak puluhan tahun lalu.
Wajar saja, mengingat di masa lalu kendaraan pribadi, bahkan motor hanya bisa dimiliki oleh orang-orang yang memiliki status sosial tinggi.
Oleh sebab itu, masyarakat di Indonesia hanya bisa memanfaatkan moda transportasi, khususnya bus untuk bepergian. Berawal dari situ, muncul terminal-terminal bus untuk penumpang menunggu bus tumpangan mereka tiba.
Lantas, terminal apa saja yang memiliki status tertua di Indonesia? Berikut deretan terminal bus tertua dilansir dari berbagai sumber.
1. Terminal DAMRI Kemayoran
Ini merupakan terminal bus tertua di Indonesia yang telah beroperasi sejak 1960-an, yang berada di Kemayoran, Jakarta Pusat.
Terminal bus ini memang awalnya ditujukan sebagai pusat dari bus-bus DAMRI yang akan mengarah ke berbagai kota di Pulau Jawa.
DAMRI sendiri berdiri pada 1943, pada zaman pendudukan Jepang, yaitu Jawa Unyu Zigyosha yang mengkhususkan diri pada angkutan barang dengan truk, gerobak atau cikar.
Selain itu, terdapat Zidosha Sokyoku untuk melayani angkutan penumpang dengan kendaraan bermotor atau bus. Oleh sebab itu, diperlukan pool besar untuk menampung armada DAMRI, yang saat ini dijadikan terminal bus.
Meski sudah berusia tua, tapi terminal bus kemayoran terus dipugar sehingga tampilannya tetap modern.
2. Terminal Pulo Gadung
Terminal bus Pulo Gadung masuk sebagai yang tertua di Indonesia karena usianya sudah puluhan tahun. Sayang, terminal ini sudah tidak beroperasi lagi karena dialihkan ke Terminal Pulo Gebang dengan fasilitas yang lebih lengkap.
Terminal Pulo Gadung sendiri beridi sejak tahun 1970-an, yang artinya sudah berdiri selama 41 tahun ketika berhenti beroperasi pada 2017 lalu. Lokasinya yang kecil dan dianggap sudah tak layak menjadi pertimbangan untuk menutupnya.
3. Terminal Kampung Rambutan
Terminal bus Kampung Rambutan sering disebut sebagai pintu masuk para perantau dari berbagai daerah. Terminal bus ini diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Wiyogo Atmodarminto pada tahun 1990-an.
Terminal bus satu ini masuk dalam tipe A yang dapat melayani berbagai perjalanan baik dalam kota, antar kota, maupun antar pulau. Terminal Kampung Rambutan juga menjadi target utama perusahaan otobus ketika membuka jalur ke Jakarta.
4. Terminal Kalideres
Ini juga merupakan salah satu dari tiga terminal bus di Jakarta yang dikategorikan sebagai tipe A oleh Dinas Perhubungan. Terminal bus Kalideres menjadi pintu masuk bagi mereka yang berasal dari Pulau Sumatera.
Pasalnya berdasarkan letak geografis, Terminal Kalideres menjadi yang paling dekat dengan pelabuhan Merak, yang berada di Banten. Itu juga terlihat dari berbagai PO bus yang melayani perjalanan ke Pulau Sumatera.


