5 Wilayah Indonesia yang Sulit Dikuasai Belanda
JAKARTA- 5 wilayah Indonesia yang sulit dikuasai Belanda meski memiliki beberapa pasukan hebat.
Seperti diketahui, Belanda mulai menguasai Indonesia pada abad ke-16 melalui jalur perdagangan dan politik. Melihat potensi kekayaan alam Indonesia yang melimpah membuat Belanda tertarik.
Berbagai cara Belanda lakukan untuk menjinakkan Indonesia. Namun, beberapa negara di Indonesia ini justru sangat kuat dan tidak mudah dikuasai.
Berikut 5 wilayah Indonesia yang sulit dikuasai Belanda:
1. Aceh
Wilayah Indonesia yang paling sulit dikuasai Belanda adalah Aceh. Masyarakat Serambi Mekah ini susah erhasut oleh bujuk rayu Belanda. Mereka juga tanggung dalam menghadapi bangsa penjajah.
Belanda baru bisa menguasai Aceh pada tahun 1992. Tetapi, bukan berarti perjuangan Aceh berhenti begitu saja. Beberapa masyarakat daerah di Aceh masih melakukan perlawan kecil-kecilan.
2. Tapanuli
Kerajaan Batak di Tapanuli sangat gigih memerangi Belanda yang hendak menjajah Indonesia. Perang melawan Belanda di Tapanuli sudah berlangsung sejak tahun 1878 - 1907.
Sayangnya Raja Sisingamangaraja XII gugur pada peperangan yang berlangsung selama 29 tahun itu. Tewasnya raja Batak mengakhiri kerajaan Batak.
3. Bali
Selian Jambi, Bali juga menjadi wilayah Indonesia yang sulit dikuasai Belanda. Warga Bali terus melakukan perlawanan sejak Belanda datang ke Bali tahun 1846. Belanda bahkan sempat kewalahan menghadapi serangan dari masyarakat Bali.
Sayangnya strategi devide et impera berhasil melumpuhkan perlawanan Bali. Belanda selalu menggunakan strategi kotor ini saat menguasai wilayah di Indonesia.
4. Nias
Suku Nias terkenal sebagai bangsa petarung. Sehingga sangat sulit bagi belanda menguasai Nias. Kedatangan Belanda tahun 1825 langsung mendapat serangan balik dari Nias. Meski Belanda mendatangkan prajuritnya berkali-kali mereka tetap kepayahan menghadapi Suku Nias.
5. Jambi
Jambi menjadi wilayah di Indonesia yang paling sebentar dijajah oleh Belanda. Penjajah Belanda datang ke Jambi pada tahun 1615 dalam misi perdagangan VOC. Namun semakin lama Belanda terus menginginkan tanah di Jambi.
Puncak perlawanan masyarakat Jambi pada masa Sultan Thaha Syaifuddin. Kesultanan terus membasmi penjajah Belanda hingga kalah pada tahun 1925.
Demikian 5 wilayah Indonesia yang sulit dikuasai Belanda.
(RIN)

