Sejarah Malang Plaza, Pusat Jual Beli Ponsel Favorit Pelajar dan Mahasiswa Perantauan
MALANG, iNews.id - Kebakaran Malang Plaza pada Selas (2/5/2023) menggegerkan warga Kota Malang. Bangunan yang terletak di Jalan Agus Salim, ini dikenal sebagai pusat jual beli handphone atau ponsel dan aneka aksesoris favorit pelajar dan mahasiswa perantauan.
Alumni Mahasiswa Universitas Brawijaya asal Bojonegoro, Adib Muhibbin, mengaku kerap kali mengunjungi Malang Plaza untuk membeli aksesoris maupun memperbaiki ponsel.
Dulu sejak zaman mahasiswa sering ke sana kalau lihat-lihat handphone, atau nyervis. Harganya memang lebih murah dari tempat lain di Malang, apalagi di sana ada bioskopnya yang juga murah, kata Adib, Rabu (3/5/2023).
Malang Plaza memang menjadi saksi sejarah peradaban pusat perbelanjaan legendaris di Kota Malang. Diolah dari berbagai sumber, mal ini menjadi salah satu pusat perbelanjaan ponsel pertama yang diikuti pembukaan gerai Hero.
Sebagai penunjang kebutuhan fesyen, jaringan toko pakaian Variety juga hadir di Malang Plaza. Plaza ini juga semakin ramai ketika jaringan Cineplex 21 hadir di lantai 3 melengkapi pertokoan modern ini.
Sebelum menjadi gedung pertunjukan film, di lantai 3 sempat dijadikan tempat ketangkasan bermain sepatu roda.
Sementara itu, pemerhati sejarah Kota Malang, Agung H. Buana, menyebutkan Malang Plaza bukan bangunan cagar budaya sebagaimana informasi yang beredar. Dia memastikan mal itu merupakan bangunan baru.
Dulunya itu rumah ketika zaman Belanda, lalu dibangun bangunan Malang Plasa pada 1984, ucap Agung Buana.
Meski bukan terkategori sebagai bangunan cagar budaya, dia mengakui Malang Plaza menjadi salah satu bangunan ikonik di Kota Malang yang masih bertahan hingga kini.
Bukan bangunan cagar budaya, Malang Plaza baru diresmikan oleh Gubernur Wahono pada 11 Mei 1985, tutur pria yang pernah menjabat sebagai sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) ini.
Agung menambahkan, sejak awal Malang Plaza dibangun untuk difungsikan sebagai pusat perbelanjaan yang jadi bagian saksi perkembangan peradaban Kota Malang.
Jadi (kemunculannya hampir bersamaan dengan) pertokoan modern di akhir 70-an atau awal 80-an. Kebetulan memang dibangun untuk pusat perbelanjaan, karena ada bioskop Grand dan Hotel Jansen, katanya.
Meski demikian, diakui Agung, Malang Plaza cukup memengaruhi masyarakat Malang dan sekitarnya apalagi dalam hal konsumsi dan belanja, termasuk jual-beli ponsel dan beberapa barang lainnya.
Mulai ada pergeseran pola belanja di masyarakat Malang dari yang biasa belanja ke pasar tradisional ke pilihan lain yaitu pasar modern, ujarnya.
Diberitakan, Malang Plaza terbakar pada Selasa (2/5/2023) sekitar pukul 00.30 WIB. Malang Plaza merupakan sentra penjualan smartphone dan beberapa peralatan elektronik.
Di lantai dua mal, terdapat ritel pakaian dan bioskop 21 Cinema, sedangkan kios-kios pedagang handphone berada di lantai tiga.


