Unik! Restoran Ramen di Jepang Larang Pelanggan Makan Sambil Main HP

Unik! Restoran Ramen di Jepang Larang Pelanggan Makan Sambil Main HP

Travel | BuddyKu | Minggu, 9 April 2023 - 00:16
share

SEBUAH restoran ramen di Tokyo, Jepang membuat peraturan unik. Warung tersebut melarang pelanggannya main ponsel sambil makan, karena akan menyita banyak waktu. Hal ini pun viral di media sosial.

Restoran ramen Debu-chan menerapkan aturan tersebut dengan harapan para pelanggan bisa makan dengan cepat dan segera meninggalkan warung, sehingga orang lain yang mau makan di situ tak harus antre lama.

Kota Kai, nama sang pemilik restoran tersebut mengaku selama ini pelanggan menyantap semangkuk sup panas lebih lama dari biasanya karena asyik menonton video di ponsel sambil makan.

Bikin Ngakak, Ternyata Ini Alasannya Kenapa Tidak Boleh Bilang Cincin dan Mangkok di Jepang

Pada Maret lalu, Kai membuat kebijakan restorannya melarang pelanggan menggunakan ponsel saat makan di jam-jam sibuk atau sedang ramai pengunjung. Langkah ini menuai perhatian warganet di Jepang.

Melansir dari CNN Travel , pada suatu kesempatan pada saat jam sibuk, Kai mengamati seorang pelanggan yang tidak mulai makan selama empat menit. Pelanggan itu terlihat sedang menonton video di ponselnya saat makanannya mendingin di depannya.

Meskipun hal ini dianggap remeh oleh beberapa orang, namun Kai merasa hal tersebut sangat penting karena ia menyajikan ramen Hakata yang merupakan jenis ramen regional dari prefektur Hakata di Jepang bagian barat yang diciptakan khusus untuk orang yang tidak sabar.

10 Larangan Aneh di Jepang yang Bikin Melongo, Sanksinya Bisa Dipenjara Lho!

Sang pemilik restoran menjelaskan bahwa mie tipis yang ia gunakan hanya selebar satu milimeter, sehingga mie tersebut mudah melar dan rusak jika dibiarkan terlalu lama. Dalam hal ini, menunggu empat menit saja dapat menyebabkan kualitas makanan menjadi buruk.

Debu-chan adalah sebuah restoran ramen yang cukup besar di Tokyo dengan kapasitas 33 kursi. Meskipun demikian, Kai mengatakan bahwa tidak jarang pada saat jam-jam sibuk terdapat sekitar 10 orang yang harus mengantre untuk mendapatkan kursi.

Ketika kursi sudah penuh dan Kai melihat orang-orang berhenti makan untuk menatap ponsel mereka, ia akan meminta mereka untuk berhenti melakukannya. Kai tidak memasang tanda yang meminta pelanggan untuk meletakkan ponsel mereka, melainkan ia akan berbicara secara langsung dengan pelanggan yang bersangkutan.

Bagi Kai, ramen bukanlah sekadar makanan, melainkan juga merupakan bentuk hiburan yang memiliki aturan-aturan tertentu. Dia berpendapat bahwa seperti halnya pepatah "ketika di Roma, berbuatlah seperti orang Romawi", ramen memiliki karakteristik yang harus dihormati dan diikuti.

Ilustrasi

Debu-chan bukanlah satu-satunya restoran yang memperhatikan penggunaan ponsel selama makan. Sebuah gerai McDonald\'s di Singapura pada tahun 2017 meluncurkan kampanye "Telepon Mati. Bersenang-senanglah.", yang memasang loker ponsel di mana pelanggan dapat menyimpan perangkat mereka selama makan agar mereka dapat fokus pada interaksi dengan keluarga dan teman.

Tidak hanya saat makan, beberapa wilayah di Jepang, seperti distrik Adachi di Tokyo, juga telah membatasi penggunaan ponsel selama berjalan kaki atau bersepeda.

Topik Menarik