Pedagang Semringah, Permintaan Keripik Tempe Khas Malang Melesat 100 Persen saat Ramadan
IDXChannel - Pengrajin keripik tempe khas Malang kebanjiran pesanan dalam 10 hari awal bulan Ramadan. Terlihat beberapa pekerja di salah satu keripik tempe legendaris Kota Malang terus sibuk mengemas keripik tempe yang sudah diproduksi.
Sementara di dapur, beberapa pekerja tengah sibuk menggoreng dan meniriskan, keripik tempe yang selesai digoreng. Aktivitas produksi keripik tempe ini menjadi pemandangan rutin di rumah produksi keripik tempe merek Rohani di kawasan Jalan Sasuit Tubun, Sukun, Kota Malang.
Produksi keripik tempe pun terus mengalami peningkatan sejak awal Ramadan 2023 ini. Hal itu sejalan dengan kenaikan permintaan sejak awal Ramadan bahkan telah meningkat hingga 100 persen dari hari-hari normal biasanya.
Maria Ulfa, pengelola usaha keripik tempe Rohani, menyatakan, peningkatan permintaan membuatnya harus menambah kapasitas produksi sejak dua pekan sebelum Ramadan. Jumlah itu kemungkinan terus bertambah hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri nanti.
"Peningkatan hingga 100 persen dibanding hari biasanya, kalau hari biasa kapasitas produksi 300 - 400 bungkus, tetapi ini kita tambah sampai 200 bungkus. Jadi total ada sekitar 600 bungkus, kurang lebih setiap hari memproduksi keripik tempe sebanyak 30 alir (papan) tempe," ucap Maria Ulfa, pada Minggu (2/4/2023).
Ulfa menambahkan, di Ramadan tahun 2023 ini pesanan mulai berdatangan dari beberapa reseller di Malang raya, Surabaya, Jakarta, Denpasar, Jember hingga Probolinggo. Bahkan banyaknya pesanan membuat pihaknya berencana menutup pesanan dua pekan sebelum Hari Raya Idul Fitri.
"Kita nanti dua minggu sebelum lebaran sudah tutup order dari reseller. Ini sudah banyak yang datang ordernya, biasanya ketika lebaran meningkat, untuk oleh-oleh ketika mudik banyak yang order," katanya.
Berbeda dengan dapur produksinya, Ulfa menambahkan untuk di toko keripik tempe Rohani hanya akan tutup saat hari H Lebaran saja, dan di hari kedua sudah buka kembali.
"Untuk tutup produksi di Kota Malang sendiri akan dilakukan H-2 Lebaran dan libur seminggu ke depan, tegas Ulfa.
Dari sekian banyak varian rasa keripik tempe Rohani, yakni 18 varian, Ulfa menyebutkan yang paling digemari pelanggan adalah varian rasa original, kedua pedas manis, ketiga barbeku, kemudian keju dan balado.
"Kami juga sudah siapkan paket kemasan kardus, mulai isi lima hingga isi sepuluh dengan harga mulai Rp.42.500, hingga Rp120.000, dan ternyata konsumen lebih suka, jelasnya.
Di keripik tempe Rohani sendiri, proses pembuatan keripik tempe dilakukan oleh enam orang di bagian penggorengan, tiga orang di toko Sanan, dan lima orang bagian pengemasan. Dimana total ada keripik tempe Rohani memberdayakan sekitar 20 pekerja tetap, baik yang memproduksi keripik tempe di dapur produksi, hingga sopir yang mengantarkan produk - produk ke para reseller di seluruh Malang raya.
"Ya syukur kita bisa memberdayakan sekitar pekerja dari masyarakat sekitar sini," katanya.
Kini kendati mengalami peningkatan pesanan, kenaikan harga minyak goreng menjadi tantangan tersendiri baginya. Tetapi pihaknya berkomitmen belum menaikan harga jual keripik tempe. Sebab harga keripik tempe Rohani sudah menyesuaikan dengan kenaikan harga minyak goreng dan kedelai di tahun 2022 lalu.
"Harga keripik tempe Rohani mulai Rp 8.500 sampai Rp 15.000 per bungkusnya. Kita tidak menaikkan harga karena sudah menyesuaikan kenaikan harga minyak dan kedelai di 2022 lalu," ungkapnya.
Menjaga kualitas produksi dan kepercayaan pelanggan membuat keripik tempe Rohani ini mampu bertahan sejak tahun Juni 1988. Keripik tempe yang dirintis oleh kedua orang tuanya bernama M. Rochani dan Lilik Suprapti, masih eksis bahkan menjadi salah satu UMKM unggulan di Kota Malang.
"Selain pembelian di toko dan reseller, juga melalui e-commerce datang dari berbagai daerah, bahkan hingga luar negeri seperti Hongkong, Taiwan, dan Amerika Serikat," pungkas.
(FRI)

