Ilmuwan Ungkap Ukiran Unta di Gurun Arab Lebih Tua dari Piramida Mesir Berusia 8.000 Tahun

Ilmuwan Ungkap Ukiran Unta di Gurun Arab Lebih Tua dari Piramida Mesir Berusia 8.000 Tahun

Berita Utama | BuddyKu | Minggu, 2 April 2023 - 12:25
share

JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 21 ukiran unta sangat besar ditemukan di gurun barat laut Provinsi Al-Jouf, Arab Saudi, pada 2018. Sejak penemuan itu, kehadirannya menjadi misteri besar dan menarik perhatian banyak ilmuwan.

Misteri telah terkuak ternyata ukiran unta tersebut diperkirakan berusia sekitar 7.000-8.000 tahun. Kehadiran mereka kemungkinan besar mendahului piramida Mesir dan tumpukan batu Stonehenge yang sangat terkenal.

Karya seni yang sangat akurat dan terperinci ini diyakini menggambarkan beberapa unta selama musim kawin dengan leher menonjol dan perut bundar, yang dapat menunjukkan ikatan budaya situs dengan musim atau dengan kesuburan.

Diyakini unta diukir dari alat yang terbuat dari rijang, sejenis batu yang diperkirakan dibawa ke daerah tersebut setidaknya dari jarak 14,5 kilometer (9 mil). Masing-masing diperkirakan membutuhkan waktu antara 10 dan 15 hari untuk diukir.

Dilansir dari IFL Science , Minggu (2/4/2023), di beberapa tempat, ukiran seukuran aslinya ditumpuk dua atau tiga lapis di atas satu sama lain. Para peneliti memerkirakan puluhan ukiran unta itu dibuat orang Nabataean, sezaman dengan orang Romawi.

Ini bisa dilihat dari ada hubungannya ukiran dengan batu pahatan di Petra, Yordania. Selain itu, tidak ada tanda-tanda tembikar atau alat logam yang ditemukan di situs tersebut menunjukan ukiran di buat pada zaman Nabataean.

Meskipun mengalami pelapukan ekstrem akibat dari kondisi gurun yang keras, ukiran tersebut masih dapat memberikan gambaran yang jelas tentang unta, dengan beberapa ukiran tampak seperti keledai atau kuda.

Para peneliti masih terus melakukan pendalaman untuk mengetahui lebih banyak tentang ukiran unta Arab Saudi tersebut. Mereka juga tak ketinggalan menganalisis sisa-sisa hewan di sekitar lokasi untuk mendapat informasi tambahan.