Terpikat Keindahan Desa Wisata Cibuntu di Lereng Gunung Ciremai

Travel | inewsid | Published at Sabtu, 29 Agustus 2020 - 17:55
Terpikat Keindahan Desa Wisata Cibuntu di Lereng Gunung Ciremai

KUNINGAN, iNews.id - Desa Wisata Cibuntu Kuningan memiliki daya pikat tersendiri bagi wisatawan. Pemandangan alam yang indah dan hijau tampak terlihat eksotis.

Jika berkunjung ke Kota Kuningan, cobalah untuk menelusuri objek wisata yang ada di kaki Gunung Ciremai. Lokasi wisata tersebut bernama Desa Wisata Cibuntu.

Kepala Desa Cibuntu, Awam mengatakan, terbentuknya Desa Wisata Cibuntu berawal dari laporan mahasiswa Trisakti yang melakukan penelitian di Desa Cibuntu. Prosesnya pun terbilang cukup cepat.

"Jadi, terbentuknya desa wisata ini dari hasil observasi dan uji kelayakan oleh mahasiswa STP Trisakti pada 2011. Ada tiga mahasiswa yang meneliti," kata Awam saat ditemui iNews.id dalam acara New Normal Press Tour bersama Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jumat (28/8/2020).

Awam mengatakan, setelah mereka kembali ke Jakarta, kemungkinan laporan yang diserahkan mendapatkan apresisasi dan akan diteliti kembali lebih lanjut.

"Mungkin, mereka laporannya di desa ini layak menjadi objek wisata dan kemudian ditindaklanjuti serta diadakan pembinaan kembali. Banyak desa yang diteliti hingga delapan kali, sementara Cibuntu baru dua kali penelitian sudah dapat legal desa wisata," katanya.

Barulah pada 15 Desember 2012 sudah bisa soft launching yang diadakan oleh Pemda dan menjadi harapan bagi masyarakat Cibuntu untuk memajukan nama desanya.

"Alhamdulillah, Cibuntu punya modal masyarakatnya yang kondusif, keamanannya terjaga, bersih dan tertib. Hal ini karena sering dilakukan pembinaan agar desa wisata ini semakin berkembang," ujar Awam.

Seiring perkembangan zaman, banyak pengunjung yang mulai berdatangan ke Desa Wisata Cibuntu dalam waktu lama. Karena desa ini ingin mempertahankan warisan leluhur, tidak boleh ada penginapan modern (hotel dan resor).

"Saya sendiri yang melarang adanya hotel dan resor di sini. Tujuannya, selain untuk mempertahankan warisan, saya ingin memberdayakan warga untuk mengelola itu. Makanya, ada sejumlah rumah warga yang dijadikan homestay," ujarnya.

Menariknya, ada salah satu homestay yang meraih peringkat kelima dengan standar Asean. Kemudian di 2017 mendapat penilaian dari Kementerian Pariwisata terkait lokasi pariwisata dengan pemberdayaan masyarakat.

Sementara, wisata yang ditawarkan antara lain, situs peninggalan, mata air yang bisa diminum langsung dari sumbernya, curug dan ada kampung domba.

Artikel Asli