Indonesia Undang Umat Hindu Dunia Beribadah di Candi Prambanan, Berharap Jadi Destinasi Religi Dunia

Indonesia Undang Umat Hindu Dunia Beribadah di Candi Prambanan, Berharap Jadi Destinasi Religi Dunia

Travel | BuddyKu | Selasa, 31 Januari 2023 - 22:18
share

JAKARTA, celebrities.id - Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI Tri Handoko mengatakan upacara Umat Hindu seperti Tawur Agung dan Abhiseka Prambanan selalu dilaksanakan di Candi Prambanan.

Kegiatan keagamaan tersebut bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara untuk berkunjung ke Prambanan. Oleh sebab itu, Indonesia mengundang umat Hindu Dunia untuk beribadah di Candi Prambanan.

Kami merencanakan festival seni keagamaan di Prambanan ini melibatkan seluruh umat di Indonesia. Misal Nyepi, tidak hanya sehari dua hari saja, tapi sepekan dengan mengundang tamu internasional," ujar Tri.

Kehadiran tamu internasional ini sangat penting untuk mempromosikan nilai adiluhung Candi Prambanan. Sehingga dengan berbagai kelebihannya, ke depan Prambanan bisa menjadi destinasi religi dunia,.

Direktur PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) Edi Setijono mengatakan Candi Prambanan sebagai World Heritage yang diakui UNESCO merupakan big civilization library. Di mana kawasan Candi Prambanan ini dapat menjadi penunjuk sejarah bahwa toleransi ternyata telah tumbuh sejak jaman dahulu.

"Ini ditunjukkan dengan adanya bangunan candi Hindu maupun candi Budha di kompleks Candi Prambanan ini," kata Edi.

Candi Prambanan bisa dijadikan inspirasi untuk belajar kebesaran peradaban bangsa di masa lampau. Candi Prambanan ini bukan hanya milik sebagian orang, ini adalah aset dan budaya Indonesia yang besar yang dimiliki oleh negara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya untuk masyarakat.

Dia mengatakan Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar dan termegah yang pernah dibangun di Jawa kuno, pembangunan candi Hindu kerajaan ini dimulai oleh Sri Maharaja Rakai Pikatan sebagai tandingan candi Buddha Borobudur dan juga candi Sewu yang terletak tak jauh dari Prambanan.

Beberapa sejarawan lama menduga bahwa pembangunan candi agung Hindu ini untuk menandai kembali berkuasanya keluarga Sanjaya atas Jawa, hal ini terkait teori wangsa kembar berbeda keyakinan yang saling bersaing, yaitu wangsa Sanjaya penganut Hindu dan wangsa Sailendra penganut Buddha.

Dengan dibangunnya candi ini menandai bahwa Hinduisme aliran Saiwa kembali mendapat dukungan keluarga kerajaan, setelah sebelumnya wangsa Sailendra cenderung lebih mendukung Buddha aliran Mahayana. Hal ini menandai bahwa kerajaan Medang beralih fokus dukungan keagamaannya, dari Buddha Mahayana ke pemujaan terhadap Siwa.

Bangunan ini pertama kali dibangun sekitar tahun 850 Masehi oleh Rakai Pikatan dan secara berkelanjutan.disempurnakan dan diperluas oleh Raja Lokapala dan raja Sri Maharaja Dyah Balitung Maha Sambu.

Berdasarkan prasasti Siwagrha berangka tahun 856 M, bangunan suci ini dibangun untuk memuliakan dewa Siwa, dan nama asli bangunan ini dalam bahasa Sanskerta adalah Siwagrha (Sanskerta:Shiva-grha yang berarti: \'Rumah Siwa\') atau Siwalaya (Sanskerta:Shiva-laya yang berarti: \'Ranah Siwa\' atau \'Alam Siwa\').

Dalam prasasti ini disebutkan bahwa saat pembangunan candi Siwagrha tengah berlangsung, dilakukan juga pekerjaan umum perubahan tata air untuk memindahkan aliran sungai di dekat candi ini. Sungai yang dimaksud adalah sungai Opak yang mengalir dari utara ke selatan sepanjang sisi barat kompleks candi Prambanan.

Beberapa arkeolog berpendapat bahwa arca Siwa di garbhagriha (ruang utama) dalam candi Siwa sebagai candi utama merupakan arca perwujudan raja Balitung, sebagai arca pedharmaan anumerta dia.

"Candi ini adalah milik dunia. Karena itu kita mendukung segala aktivitasnya satunya adalah wisata religi," katanya.