Kenapa Ombak Pantai Selatan Lebih Besar dari Bagian Utara Jawa? Simak Penjelasannya

Kenapa Ombak Pantai Selatan Lebih Besar dari Bagian Utara Jawa? Simak Penjelasannya

Travel | BuddyKu | Senin, 9 Januari 2023 - 11:15
share

BUKAN hanya Bali, Pulau Jawa juga memiliki banyak pantai indah yang sering kali jadi tujuan wisata populer di kalangan masyarakat.

Pembagian laut di Pulau Jawa didasarkan pada wilayahnya yang berada di utara dan selatan.

Karakteristik pantai di kedua wilayah tersebut pun berbeda. Pantai Selatan dikenal dengan pasir putihnya yang halus, air yang berwarna biru, serta ombaknya yang ganas.

Tingginya ombak Pantai Selatan juga kerap memakan korban. Pada awal tahun kemarin, seorang wisatawan sempat terseret ganasnya ombak di Pantai Parangtritis. Beruntungnya, ia masih bisa diselamatkan oleh anggota SAR Satlinmas.

Sementara, Pantai Utara memiliki ciri khas pasir berwarna coklat kehitaman, air laut yang keruh, dan ombak yang relatif tenang.

Pantai Selatan Jawa
(Foto: Instagram/@dimdimszzz)

Namun kenapa ketinggian ombak di Pantai Selatan dan Pantai Utara berbeda? Ternyata ada penjelasan logis tentang hal tersebut.

Jika dilihat dari keadaan geografis dan lokasi yang menentukan karakteristiknya, Pantai Selatan berhadapan langsung dengan Samudera Hindia, sehingga gelombang laut yang dihasilkan lebih kuat. Sementara, Pantai Utara berbatasan dengan laut Jawa.

Tekanan udara yang cukup tinggi antara belahan bumi selatan dan utara menyebabkan kecepatan angin yang berembus di wilayah selatan termasuk perairan Jawa naik.

Selain dipengaruhi oleh kecepatan angin, durasi angin yang berembus, serta area pembangkutan ombak juga menjadi salah satu penyebab tingginya gelombang di Pantai Selatan.

Gelombang yang kerap menelan korban tersebut disebut dengan istilah rip current. Arus rip current akan bertemu di satu titik kemudian kembali ke laut melalui arus yang sempit.

Jalur aliran arus tersebut biasanya hanya seluas 9 meter, dengan kecepatan arus balik yang mencapai 8 km/jam. Arus dengan kecepatan tersebut sangat mampu menyeret tubuh manusia.

Biasanya antara bulan April hingga Oktober, angin muson dari arah benua Australia akan bertiup ke benua Asia, dan pantai-pantai yang berada di wilayah selatan yang akan terkena angin lebih dulu, karena hanya berjarak sekitar 3.000 kilometer dari Australia.

Pantai Selatan

Bahkan, pada tahun 2016 lalu, tekanan udara di wilayah selatan mencapai 1022 Hektopascal, lebih tinggi dibanding wilayah utara yang memiliki tekanan 1000 Hektopascal, menurut prakirawan Stasiun Cuaca BMKG DIY, Indah Retno Wulan.

Tingginya gelombang di Pantai Selatan juga ternyata menjadi salah satu penyebab tidak adanya pelabuhan di sana. Ketinggian ombak bisa mencapai 2-5 meter menjadikannya tidak aman untuk proses bongkar muat kapal.

Topik Menarik