Mengenal Mekiwuka, Tradisi Khas Manado ketika Menyambut Tahun Baru

Mengenal Mekiwuka, Tradisi Khas Manado ketika Menyambut Tahun Baru

Travel | BuddyKu | Sabtu, 31 Desember 2022 - 10:57
share

MANADO, celebrities.id Ada salah satu tradisi menarik di Manado untuk menyambut tahun baru yakni Mekiwuka. Tradisi ini masih terus dilestarikan oleh etnis Borgo di Manado sebagai ungkapan rasa syukur karena telah melewati tahun yang lama dan bersama-sama memasuki tahun yang baru.

Borgo berasal dari kata Burgers (baca: Berhers) dalam bahasa Belanda yang artinya warga bebas atau orang yang di bebaskan. Etnis Borgo yang ada di Sulut tersebar dibeberapa daerah yang umumnya pesisir pantai, yaitu Manado, Kema, Tanawangko, Amurang, Belang, Likupang.

Etnis ini merupakan keturunan pendatang dari berbagai bangsa Eropa, di antaranya Portugis, Spanyol, Belanda, Perancis, Jerman, dan lainnya yang diperkirakan masuk Sulut melalui pantai Manado, Kema dan Tanawangko pada 1500an kemudian kawin dengan warga pribumi suku Minahasa.

Di kota Manado, etnis ini tersebar di Pondol (ujung), Sindulang, Kampung Kananga/Mahakeret, kampung Kakas -Tokambene, Komo dan Kampung kodo. Setiap memasuki tahun baru Etnis yang tersebar dibeberapa lokasi tersebut selalu melaksanakan Mekiwuka atau pesta rakyat tradisional.

Perayaan tersebut sebagai ungkapan rasa syukur karena telah melewati tahun yang lama dan bersama-sama dalam rasa persaudaraan memasuki tahun yang baru.

"Mekiwuka sudah dilaksanakan secara turun temurun selama ratusan tahun oleh warga Etnis Borgo dan juga oleh penduduk asli yang ada di sekitar pemukiman Borgo. Itu sudah menjadi tradisi tiap tahun, turun temurun," kata Ronald Markus, pemuda di Kampung Kakas kepada MNC Portal Indonesia, Sabtu (31/12/2022).

Tradisi Mekiwuka ini biasanya diadakan setiap 31 Desember. Setelah mengadakan ibadah ucapan syukur di Gereja masing-masing, maka tepat pukul 24.00 WITA seluruh warga masyarakat saling berjabat tangan untuk mengungkapkan rasa syukur karena telah melewati tahun yang lama dan memasuki tahun yang baru serta saling memaafkan antara warga masyarakat serta dengan pemerintah.

"Setelah saling berjabat tangan antara warga Masyarakat, mereka berkumpul di depan rumah pemerintah setempat atau yang dituakan, sambil bernyanyi dan diiringi oleh alat musik tradisional etnis Borgo berupa Gitar, Jug atau Ukulele, Tambor, Biola, serta alat musik Iainnya," tutur Onal, sapaan akrabnya.

Begitu memasuki pukul 24.00 WITA, masyarakat yang berkumpul kemudian saling bersilaturahmi, jabat tangan, masuk keluar rumah di kampung kakas kemudian kumpul semuanya, berdoa untuk tahun yang baru.

"Kemudian mengunjungi pemerintah setempat, kepala lingkungan, kepala kelurahan, kemudian tua-tua kampung, meminta ijin, minta ijin itu juga pakai lagu untuk keliling bersilaturahmi," ujar Onal

Tokoh Masyarakat yang mewakili warga memberikan ucapan syukur dan rasa terima kasih kepada pemerintah setempat atau yang dituakan karena telah memimpin selama satu tahun yang lalu serta mohon maaf atas segala kesalahan yang dilakukan, juga mohon petunjuk untuk memasuki tahun yang baru.

Pemerintah selanjutnya memberikan wejangan dan nasehat kepada warga dan dilanjutkan dengan saling berjabat tangan antara warga dengan pemerintah dan keluarganya.

"Setelah itu secara bersama sama berkunjung sambil bernyanyi dengan diiringi musik, mulai dari kampung kakas sampai ke Mahakeret, tidak pilih-pilih rumah, semuanya kami masuki, bahkan sampai pagi hari," kata Onal

Dahulu tradisi Mekiwuka ini dilaksanakan oleh setiap etnis borgo yang ada di kampung-kampung, seperti Mahakeret, Pondol, Kampung Tondano, Kampung Tombariri, Sindulang,namun sekarang tinggal Kampung Kakas, Kelurahan Wenang Selatan ,Kecamatan Wenang, Manado, Sulawesi Utara yang terus melaksanakannya setiap tahun.

Bahkan tradisi ini diwariskan kepada anak cucu. Kelestariannya masih terus di jaga, dari generasi tua sampai generasi muda yang ada di kampung kakas mengetahui tradisi tersebut.

"Di Manado, hanya kampung kakas yang masih mempertahankan tradisi itu turun temurun, di Kampung Sindulang juga ada, namun hanya di kampung kakas yang lebih menjaga kelestariannya, dan itu merupakan tradisi asli Manado," tuturnya.

Topik Menarik