Loading...
Loading…
Cara Menghitung Kebutuhan Semen dan Pasir untuk Konstruksi Bangunan

Cara Menghitung Kebutuhan Semen dan Pasir untuk Konstruksi Bangunan

Powered by BuddyKu
Travel | 99Co | Minggu, 20 November 2022 - 15:31
3 menit

Ketahui cara menghitung kebutuhan semen dan pasir untuk pasangan bata dinding untuk membangun dinding rumah yang kokoh.

Membangun rumah perlu memperhatikan beberapa aspek, salah satunya adalah menghitung komposisi material bangunan yang tepat .

Untuk konstruksi dinding rumah, dua hal penting yang perlu diketahui perbandingannya adalah semen dan pasir.

Dua material tersebut berperan penting dalam menentukan kekuatan dinding rumah.

Agar tidak salah perhitungan, berikut ini cara menghitung kebutuhan semen dan pasir yang bisa kamu pelajari.

Cara Menghitung Kebutuhan Semen dan Pasir untuk Pasangan Bata

dinding bata

sumber: homestratosphere.com

1. Pasangan Bata dengan Campuran 1 PC : 3 PP

Sesuai dengan SNI 2008, bata berukuran 5 x 11 x 22 dengan luas dinding 1 m2, maka material semen (PC) yang dibutuhkan sekitar 14,37 kg dan pasir (PP) 0,04 m3.

Apabila ukuran panjang dan tinggi dinding yang akan dibangun adalah 11 m x 4 m, maka berikut rumus yang bisa digunakan:

  • Luas dinding: 11 4 = 44 m2
  • Volume PC: 14,37 x 44 = 632,28 kg maka 632,28 dibagi 40 (1 sak semen 40 kg) = 15.8 sak semen
  • Volume PP: 0,04 x 44 = 1,76 m3 pasir

2. Pasangan Bata dengan Campuran 1 PC : 4 PP

Perbandingan yang diperlukan untuk pasangan bata dengan campuran 1 PC : 4 PP adalah PC 9,68 kg dan PP 0,043 m3.

Dengan ukuran dinding yang dibangun 11 m x 4 m, berikut cara menghitung kebutuhan semen dan pasir pasangan batanya:

  • Luas dinding: 11 4 = 44 m2
  • Volume PC: 11,5 x 44 = 506 kg maka 506 dibagi 40 = 12.65 sak semen
  • Volume PP: 0,043 x 44 = 1,89 m3 pasir

3. Pasangan Bata dengan Campuran 1 PC : 5 PP

Untuk pasangan bata dengan campuran 1 PC 4 PP, dibutuhkan PC 9,68 kg dan PP 0,045 m3.

Dengan ukuran dinding yang dibangun 11 m x 4 m, berikut perhitungannya:

  • Luas dinding: 11 4 = 44 m2
  • Volume PC: 9,68 x 44 = 425,92 kg maka 425,92 dibagi 40 = 10.64 sak semen
  • Volume PP: 0,045 x 44 = 1.98 m3 pasir

4. Pasangan Bata dengan Campuran 1 PC : 6 PP

Sedangkan untuk pasangan bata dengan campuran 1 PC : 6 PP, dibutuhkan PC 8,32 kg dan PP 0,049 m3.

Dengan ukuran dinding yang dibangun 11 m x 4 m, maka perhitungannya adalah sebagai berikut:

  • Luas dinding: 11 4= 44 m 2
  • Volume PC: 8,32 x 44 = 366,08 kg maka 366,08 dibagi 40 = 9,15 sak semen
  • Volume PP: 0,049 x 44 = 2,15 m 3 pasir

5. Pasangan Bata dengan Campuran 1 PC : 8 PP

Lalu untuk pasangan bata dengan campuran 1 PC : 8 PP, komposisi yang dibutuhkan adalah PC 6,5 kg dan PP 0,05 m3.

Dengan ukuran dinding yang dibangun 11 m x 4 m, maka perhitungannya adalah sebagai berikut:

  • Luas dinding: 11 4= 44 m2
  • Volume PC: 6,5 x 44 = 286 kg maka 286 dibagi 40 = 7,15 sak semen
  • Volume PP: 0,05 x 44 = 2,2 m3 pasir

Cara Menghitung Kebutuhan Semen dan Pasir untuk Plesteran

plester dinding

Sesuai dengan SNI 2008 dan dengan ketentuan ukuran dinding 15 x 6 m, berikut komposisi semen dan pasir serta cara perhitungannya:

1. Plesteran dengan Komposisi 1 PC : 4 PP

Dengan menggunakan perbandingan 1 PC : 4 PP, komposisi yang dibutuhkan adalah semen 6,24 kg/m2 dan pasir 0,024 m3/m2.

Maka perhitungannya:

  • Semen: (15 x 6) x 6,24 = 561,6 kg, maka 561,6 kg dibagi 40 = 14,04 sak
  • Pasir: (15 x6 ) x 0,024 = 2,16 m3

2. Plesteran dengan Komposisi 1 PC : 5 PP

Dengan menggunakan perbandingan 1 PC : 5 PP, komposisi yang dibutuhkan adalah semen 5,18 kg/m2 dan pasir 0,026 m3/m2.

Maka perhitungannya:

  • Semen: (15 x 6) x 5,18 = 466,2 kg, maka 466,2 kg dibagi 40 = 11,655 sak
  • Pasir: (15 x6 ) x 0,026 = 2,34 m3

3. Plesteran dengan Komposisi 1 PC : 6 PP

Dengan menggunakan perbandingan 1 PC : 6 PP, komposisi yang dibutuhkan adalah semen 4,42 kg/m2 dan pasir 0,027 m3/m2.

Maka perhitungannya:

  • Semen: (15 x 6) x 4,42 = 561,6 kg, maka 397,8 kg dibagi 40 = 9,945 sak
  • Pasir: (15 x6 ) x 0,027 = 2,43 m3

Cara Menghitung Kebutuhan Semen untuk Pondasi

Cara menghitung kebutuhan semen untuk pondasi sedikit berbeda dengan plesteran dinding .

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan saat membangun pondasi, yakni ketebalan, kedalaman, dan dimensi.

Contohnya, jika pondasi yang ingin dibangun memiliki panjang 38 m, ketebalan 25 cm, dan lebar 25 cm, maka perthitungannya sebagai berikut:

  • Volume: 38 m x 0,25 m x 0,25 m = 2.375 m3
  • Volume pondasi x berat jenis beton bertulang: 2.375 m3 x 2.400 kg/m3 = 5.700.000 kg
  • Kebutuhan semen: 1/6,5 x 5.700.000 kg = 876,9 kg
  • Kebutuhan sak semen: 876,9 kg / 40 kg = 21,9 = 22 sak

Dengan demikian, untuk membangun pondasi berdasarkan kriteria tersebut, dibutuhkan 22 sak semen.

Cara Menghitung Kebutuhan Semen untuk Lantai

Merujuk pada standarisasi konstruksi di Indonesia, untuk lantai berukuran 1 m2 dibutuhkan sebanyak 10 kg semen.

Sebagai contoh, ukuran permukaan lantai yang akan dihitung memiliki panjang 4 m dan lebar 3 m, maka perhitungannya sebagai berikut:

Berdasarkan perhitungan di atas, ruangan berukuran 12 m2 membutuhkan sebanyak 3 sak semen.

***

Demikian cara menghitung kebutuhan semen dan pasir, Property People.

Simak berbagai artikel seputar tips-tips menarik hanya di berita.99.co .

Kamu juga dapat menemukan berbagai topik bacaan melalui Google News .

Sedang mencari hunian impian? Dapatkan rekomendasi terbaiknya di www.99.co/id dan Rumah123.com karena kami #AdaBuatKamu .

Kalau ingin tinggal di Kota Bandung, Dago Village pilihannya!

Posting Cara Menghitung Kebutuhan Semen dan Pasir untuk Konstruksi Bangunan ditampilkan lebih awal di 99 Berita Properti .

Original Source

Topik Menarik

{
{
{
{
{