Loading...
Loading…
Rudal Balistik Korea Utara Melintas di Jepang, WNI Diminta Tetap Tenang

Rudal Balistik Korea Utara Melintas di Jepang, WNI Diminta Tetap Tenang

Powered by BuddyKu
Travel | AboutSemarangid | Kamis, 06 Oktober 2022 - 13:52

ABOUTSEMARANG Korea Utara menembakkan rudal balistik jarak menengah melintasi wilayah Jepang dan jatuh di perairan Samudra Pasifik. Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) di Jepang untuk tetap tenang.

Menurut Heri Akhmadi, WNI yang bermukim di Prefektur Aomori dan Hokkaido agar tetap tenang dan mematuhi instruksi dari Pemerintah Daerah setempat setelah rudal balistik Korea Utara melintas wilayah Jepang pada Selasa, (4/10) pukul 07.23 waktu setempat.

Saya meminta kepada teman-teman WNI khususnya yang tinggal di wilayah Aomori dan Hokkaido agar tetap tenang dan terus memantau serta mengikuti instruksi dari pemerintah daerah setempat khususnya dalam menjalankan aktifitas sehari-hari, ujar Dubes Heri.

Hubungi kami jika anda semua berada dalam situasi darurat. Kami siap membantu, ujar dia.

Dalam keadaan darurat WNI dapat menghubungi KBRI Tokyo di nomor +818035068612, +818049407419. Untuk kontak darurat KJRI Osaka dapat dihubungi di nomor +818031131003.

Warga Indonesia juga dapat menghubungi 119 untuk memanggil ambulans dan pemadam kebakaran. Selain itu warga Indonesia dapat menghubungi 110 untuk mengontak kepolisian jika terjadi kecelakaan dan kejahatan.

Terpisah, Menteri Pertahanan Jepang Yasukazu Hamada meyakini bahwa yang digunakan Korut adalah Hwasong-12 IRBM. Ia melesat sejauh 4.600 kilometer. Itu adalah jarak terjauh yang pernah ditempuh oleh misil Korut. Beberapa pengamat meyakini bahwa misil tersebut mampu menjangkau wilayah Guam, AS.

Sepanjang sejarah, Korut sudah meluncurkan misil di atas wilayah Jepang sebanyak tujuh kali. Pyongyang menguji coba Hwasong-12 pada 30 Januari lalu, tapi hanya terbang sejauh 800 kilometer sebelum akhirnya jatuh di Laut Jepang.

Misil tersebut melintas sekitar satu menit di atas Prefektur Aomori sebelum akhirnya jatuh di Samudra Pasifik sekitar 3.200 kilometer dari Jepang, ujar Hamada seperti dikutip Japan Times.

Hamada menambahkan bahwa serangkaian tindakan Korut belakangan ini telah mengancam perdamaian dan keamanan regional serta dunia. Sejak 25 September, sudah lima kali Pyongyang menguji coba misilnya. Jika dihitung sejak Januari, 23 uji coba sudah dilakukan. Itu terbanyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Untuk sementara tidak ada laporan kerusakan pada pesawat atau kapal. Pasukan Pertahanan Diri (SDF) Jepang memilih tidak menembak jatuh misil tersebut. Itu disebabkan mereka memantau pergerakan misil dari awal dan diperkirakan tidak akan jatuh di wilayah Jepang maupun menimbulkan kerusakan di sekitarnya.

Perdana Menteri (PM) Jepang Fumio Kishida juga mengecam serentetan peluncuran misil Pyongyang. Dia menyebut hal itu keterlaluan. Dia telah menginstruksikan para pejabatnya untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang peluncuran terbaru itu dengan negara-negara terkait nanti. Salah satunya Amerika Serikat.

Tindakan ini mengganggu stabilitas dan menunjukkan pengabaian terang-terangan Korut terhadap resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB dan norma-norma keselamatan internasional, ujar Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS Adrienne Watson. (***)

Original Source

Topik Menarik

{