Loading...
Loading…
Mataram Islah, Suporter Jogja – Solo Sepakat Damai

Mataram Islah, Suporter Jogja – Solo Sepakat Damai

Powered by BuddyKu
Travel | RadarJogja | Rabu, 05 Oktober 2022 - 06:21

RADAR JOGJA Ratusan ribu suporter dari Jogjakarta dan Solo memadati Stadion Mandala Krida, Selasa malam (4/10). Baik dari pendukung PSS Sleman, Persis Solo, Persiba Bantul dan PSIM. Kedatangan mereka guna mendoakan korban Tragedi Kanjuruhan Malang.

Tak hanya itu, pertemuan kali ini juga menyepakati damai. Artinya para suporter dari Jogjakartadan Solo sepakat mengakhiri konflik berkepanjangan. Untuk kemudian satu suara menjunjung tinggi persaudaraan dan perdamaian.

Alhamdulillah ini benar-benar sesuatu yang luar biasa bagi kami malam ini. Ada kegiatan di Mandala Krida dalam rangka doa untuk saudara-saudara kita di Kanjuruhan, jelas Presiden Brajamusti Muslih Burhanuddin ditemui usai doa bersama di Stadion Mandala Krida Jogjakarta, Selasa malam (4/10).

DOA : Gabungan suporter sepakbola Jogjakarta dan Solo gelar doa bersama di Stadion Mandala Krida untuk tragedi Kanjuruhan Malang, Selasa malam (4/10). (DWI AGUS/RADAR JOGJA)

Momen pertemuan ini, lanjutnya, sudah dinanti sejak lama. Terutama oleh publik bila di Indonesia. Untuk mengakhiri seluruh pertikaian demi kemajuan sepakbola Indonesia.

Pada awalnya, kegiatan memang fokus doa bersama. Berupa salat gaib yang mengundang seluruh suporter Jogjakarta dan Solo. Namun akhirnya menjadi kesepakatan untuk mengikrarkan perdamaian.

Ini momen yang mungkin sudah lama dinanti dari publik bola di Indonesia ya, jadi alhamdullilah malam ini bisa mempertemukan meski masih dimasa yang berduka cita, katanya.

Ketua Maident Budi Item memastikan para suporter sepakat. Untuk terus menghadirkan ruang ruang pertemuan. Dengan adanya komunikasi secara intens maka dapat mengantisipasi konflik.

Dia sepakat bahwa perdamaian antar suporter sepakbola sangatlah penting. Terlebih tujuannya sama, yaitu mendukung persepakbolaan Indonesia. Memberikan dukungan terhadap tim sepakbola secara sportif dan damai.

Mungkin berawal dari sini, nanti inshaallah kedepan akan ada hal-hal yang menuju kebaikan itu sendiri untuk persepakbolaan yang lebih baik, ujarnya.

Turut hadir pula dalam kesempatan ini Presiden Pasoepati Maryadi Gondrong. Dia datang bersama ribuan suporter Persis Solo. Adanya kesepakatan damai disambut baik oleh para penggawa Pasoepati.

Intinya kita sepakat ini suatu hal yang luar biasa bagi suporter Jateng dan Jogjakarta. Kedepan kita dari Pasoepati akan menyetujui apa yang akan dilaksanakan untuk persatuan dan kesatuan suporter Indonesia, tegasnya.

Perwakilan Brigata Curva Sud Zulfikar berharap Tragedi Kanjuruhan menjadi momentum bersama. Untuk menyatukan seluruh suporter sepakbola di Indonesia. Termasuk antar suporter di Jogjakarta maupun dengan suporter Solo.

Dia memastikan kesepakatan ini berlangsung total. Dalam artian hingga ke tingkat grass root. Bahwa tidak ada lagi konflik antar suporter di stadion maupun sepulang dari menonton sepakbola.

Kedepan kita akan adakan acara di Maguwo, Sleman kita mengundang teman-teman yang lain juga, katanya.

John Hendrik dari Paserbumi mengaku lega atas pertemuan damai ini. Penantian, menurutnya, sangatlah lama. Hingga akhirnya dapat terealisasi pertemuan bersama di Stadion Mandala Krida.

Kami dari Paserbumi sangat mendukung, sangat ingin untuk tidak ada lagi kekerasan ataupun kematian. Kami hanya ingin bersaudara di bawah bendera merah putih Indonesia, ujarnya. (Dwi)

Original Source

Topik Menarik

{
{
{
{
{
{