Melihat Geliat Industri Payung Hias Buatan Klaten, Sampai-sampai Bikin Bule Swiss Kepincut
Kecamatan Juwiring, KabupatenKlaten , Jawa Tengah memang terkenal dengan sentra industripayung. Bahkan sudah ada sejak zaman kolonial Belanda.
Awalnya masyarakat Juwiring hanya memproduksipayungberbahan kertas, namun berkembang menjadipayungkematian yang biasa ditaruh di makam-makam.
Berpuluh-puluh tahun usahapayungdi daerah Juwiring ini tetap eksis. Namun kini produksipayungmulai bergeser dari yang dulunya payungbiasa dankematian, kini membuat payungdekorasi ataupayunghias.
Salah satu nya adalahPayungLukis Tradisional Ngudi Rahayu milik Ngadi (55). Ditemui ditempat usahanya yang beralamat di Gumantar, Tanjung, Juwiring,Klatenini.
Ngadi menceritakan tentang usahapayunghiasyang ia geluti hingga saat ini. Awalnya usaha ini didirikan oleh orang tuanya pada 1999. Ngadi pun meneruskan usaha ini dan mulai berinovasi membuatpayunglukis,payunglukis buatanya ternyata diminati pasar.
Tak hanya berhenti pada produksipayunglukis, Ngadi yang mempunyai tekat ingin memberdayakan masyarakat sekitar ini terus berinovasi dengan memproduksi berbagaipayunghias.
Ada banyak yang dibuat mulai payung keraton, payung ritual, payung lukis hinggapayungcustom dengan ukuran diameter mencapai 4 Meter, ujar Ngudi.
Kini usahapayunghiasmilik Ngadi menampung lebih dari 25 pekerja yang semuanya adalah warga desa setempat. Payunghiasproduksi Ngudi Rahayu ini dibanderol dengan harga mulai Rp20 ribuan hingga Rp3 jutaan.
PenjualanpayunghiasNgudi Rahayu sudah mencapai ke hampir seluruh kota besar di Indonesia. Ia juga sering mendapat pesanan dari keraton-keraton untuk acara adat.
Bahkan ia pernah didatangibuleSwissyangkepincutuntuk membeli beberapa payung lukis sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang ke negaranya.
Artikel menarik lainnya:
Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Lets join Z Creators dengan klik di sini .


