Apa Itu Strict Parents? Kenali Pengertian, Ciri dan Bahayanya
JAKARTA, celebrities.id - Strict parents tengah menjadi perbincangan di platform media sosial saat ini, terutama di Twitter. Sebenarnya, apa yang dimaksud dengan strict parents?
Pengertian Strict Parents
Strict parents merupakan suatu cara atau gaya yang digunakan orangtua dalam mengasuh anaknya. Di sini, orangtua memiliki standar tinggi dan ketat yang diterapkan kepada anak mereka dalam mendidik sang anak.
Gaya asuhan seperti ini akan menghasilkan dua jenis sifat yang dimiliki orangtua kepada anak. Seperti, orangtua yang menjadi otoritatif, atau mereka justru akan menjadi otoriter.
Otoritatif sendiri merupakan gaya mengasuh yang diiringi dengan kasih sayang dan dukungan kepada anak, sehingga anak akan tumbuh menjadi lebih baik. Sedangkan, orangtua yang otoriter akan menghasilkan perbedaan hasil dibanding dengan orang tua yang otoritatif tadi.
Orangtua dengan gaya mengasuh otoriter cenderung keras, tidak terbuka, dan dingin kepada anak. Banyak tuntutan yang diberikan, namun tidak diiringi dengan kasih sayang yang cukup. Oleh karena itu, hal ini lah yang dapat menjadi masalah bagi anak ke depannya.
Ciri Ciri Strict Parents
- Menuntut banyak hal
- Minim kasih sayang
- Memberikan hukuman fisik
- Tidak percaya kepada anak
- Tidak memberikan pilihan kepada anak
Bahaya Strict Parents
1. Tidak bahagia dan depresi
Tuntutan yang diberikan orang tua membuat anak-anak tidak bahagia dan cenderung tertekan. Mereka merasa tidak diberi kebebasan akan memilih hal yang ingin mereka lakukan. Hal ini akan sangat berpengaruh kepada kesehatan mental anak tersebut ke depannya.
2. Adanya gangguan prilaku terhadap anak
Anak-anak yang memiliki strict parents otoriter akan secara tidak sadar mengikuti sifat yang ditunjukkan oleh orang tuanya. Jika orang tuanya kasar, maka sang anak akan tumbuh menjadi seseorang yang kasar juga. Hal seperti ini mudah terjadi karena pada dasarnya anak kecil adalah peniru orang-orang di sekitarnya.
3. Anak menjadi suka berbohong
Akibat terkekangnya sang anak, mereka akan berani berbohong demi mendapatkan keinginannya atau pun untuk menghindari hukuman dari orang tuanya. Misalnya, jika seorang anak tidak diperbolehkan main di luar bersama teman-temannya.
Lalu, mereka melanggar aturan tersebut, dan langsung diberi hukuman. Selanjutnya, sang anak akan mencoba berbohong supaya lolos dari kedua permasalahan tersebut.
4. Anak berpotensi menjadi pembully
Seringkali anak-anak yang memiliki strict parents selain merasa terkekang, mereka juga tidak memiliki kepuasan saat bermain dengan teman-temannya.
Oleh karena itu, jika mereka berada di luar rumah yang di mana tempat tersebut tidak lagi terlihat seperti neraka (akibat dikekang), mereka akan mencoba mencari kesenangan tersendiri. Misalnya, merundung temannya yang dianggap lemah.
Selain itu, hal ini juga dapat dilatar belakangi oleh mereka yang secara tidak langsung mengikuti sifat buruk orang tuanya. Sehingga, sangat memungkinkan sang anak berani berlaku jahat kepada orang lain.
5. Anak tidak percaya diri
Selain keempat faktor di atas, anak-anak yang memiliki strict parents juga menjadi sangat lemah akan kepercayaan dirinya.
Orang tua mereka yang selalu mengoreksi, mendikte, dan melakukan hal semaunya membuat kepercayaan diri sang anak patah. Mereka menjadi tidak mampu untuk menentukan keputusannya sendiri, karena takut salah.
Itulah apa yang dimaksud dengan strict parents, ciri-ciri, hingga dampak buruk yang dirasakan sang anak. Nantikan informasi terkini lainnya hanya di celebrities.id.


