Loading...
Loading…
Militer Korea Utara Dapat Perintah Perkuat Pertahanan, Ada Apa ?

Militer Korea Utara Dapat Perintah Perkuat Pertahanan, Ada Apa ?

Powered by BuddyKu
Travel | Inews | Jumat, 24 Juni 2022 - 07:57

SEOUL, iNews.id - Militer di Korea Utara (Korut) diperintahkan untuk memperkuat pertahanan. Perintah ini langsung datang dari Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Perintah dari orang nomor satu di Korut ini disampaikan di hari terakhir pertemuan partai berkuasa bersama pejabat militer, Kamis (23/6/2022) kemarin.

Sejumlah pihak khawatir bahwa Korut segera menguji coba senjata nuklirnya untuk kesekian kali. Tanda-tanda Korut akan meledakkan bom nuklir sudah terlihat sejak beberapa pekan terakhir, termasuk di fasilitas uji coba.

Menurut Pejabat Amerika Serikat dan Korea Selatan, Korut bisa menguji coba nuklir kapan saja, termasuk saat ini.

Kim mengatakan kepada anggota Komisi Militer Pusat agar para pejabat memeriksa dan menyetujui masalah penting dalam memberikan jaminan kepada militer agar lebih memperkuat pencegahan perang.

(Kim) Menekankan perlunya seluruh tentara untuk, dalam segala hal, mengonsolidasikan kemampuan pertahanan diri yang kuat guna mengalahkan kekuatan musuh, demikian laporan kantor berita KCNA, seperti dikutip Reuters, Jumat (24/6/2022).

Laporan itu tidak secara gamblang menyebutkan program nuklir dan rudal balistik. Namun Kim menunjuk Ri Pyong Chol sebagai wakil ketua Komisi Militer Pusat. Dia diketahui berpengalaman dalam memimpin pengembangan rudal Korut.

Baca Juga :
Menakutkan! Persaingan Senjata Dua Korea Meningkatkan Ketegangan di Asia Timur Laut, Apa Jadinya?

Pertemuan juga memutuskan untuk meningkatkan tugas operasional unit garis depan dengan rencana aksi militer yang penting.

Ini merupakan penegasan dari Kim untuk kesekian kali agar militer Korut diperkuat dalam menghadapi potensi ancaman musuh. Pada April lalu dia memerintahkan militer untuk meningkatkan kekuatan dalam segala hal guna memusnahkan musuh.

Korut beberapa kali menguji coba rudal sepanjang tahun ini, termasuk rudal balistik antarbenua (ICBM), rudal hipersonik, serta rudal jarak pendek yang berpotensi digunakan sebagai senjata nuklir taktis.

Original Source

Topik Menarik

{
{