Loading...
Loading…
1.500 Sapi di Palembang Terpapar PMK, Ini Dugaan Jalur Penularannya

1.500 Sapi di Palembang Terpapar PMK, Ini Dugaan Jalur Penularannya

Powered by BuddyKu
Travel | Inews | Kamis, 09 Juni 2022 - 09:10

PALEMBANG, iNews.id - Ribuan ekor sapi di Kota Palembang terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK). Situasi ini membutuhkan penindakan yang cepat karena sapi yang terpapar hampir tersebar merata di seluruh peternak di Kota Pempek.

Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumatera Selatan, Jafrizal mengatakan berdasarkan pengecekan tim sapi yang terpapar PMK itu ditemukan hampir tersebar secara merata mulai dari peternakan sapi di kawasan Sekojo, Talang Jambe, Keramasan, Gandus, Sukawinatan, Sako, dan Sukajaya.

Kondisi yang kami temukan selama satu pekan terakhir ini, (ribuan sapi) terpapar PMK karena sudah hampir merata di seluruh wilayah peternakan sapi di Kota Palembang, katanya, Rabu (8/6/2022).

Ia menjelaskan banyaknya sapi yang terpapar itu dipengaruhi ketidaktelitian peternak dalam mendatangkan dari luar daerah dan longgarnya pembatasan lalu lintas angkutan ternak.

Sapi para peternak yang didatangkan itu rata-rata berasal dari daerah dalam kondisi tingkat paparan PMK-nya sedang tinggi termasuk di antaranya Kabupaten Ogan Ilir dan Ogan Komering Ulu (OKU).

Padahal, kata dia, para peternak sudah diimbau untuk memperketat pengecekan kesehatan sapi yang mereka pesan bahkan diwajibkan untuk tidak mendatangkan sapi dari luar daerah, bila tidak dilengkapi surat tanda sehat hasil pemeriksaan medis kedokteran.

Jadi inilah dampaknya, kalau masih ada yang memasukkan sapi diam-diam, misal dari Tanjung Raja, Ogan Ilir, yang tingkat paparannya tinggi. Sebab PMK inikan virus jadi bila satu saja sapi terjangkit maka akan cepat menyebar bahkan di radius 3 kilometer, katanya.

Menurutnya, melihat kondisi paparan yang cepat dan masif itu tim dokter hewan di lapangan butuh dorongan dari semua pihak terkait untuk menyediakan obat-obatan dan optimalisasi pembatasan mobilitas angkutan hewan ternak.

Kami dokter hewan yang tergabung dari dinas peternakan provinsi dan kota ini jumlahnya terbatas, stok obat-obatan untuk hewan saat ini tidak ada, dan minim sekali pengawasan mobilitas hewan, kata dia.

Ia berharap kebutuhan tim dokter di lapangan tersebut bisa direspons cepat supaya tidak terjadi kondisi yang fatal yakni kematian sapi secara massal, lalu berpengaruh pada jumlah kurangnya pasokan sapi untuk Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriyah pada bulan Juli.

Sementara itu, Ketua Koperasi Peternak Sapi Usaha Lestari Palembang, Yani mengatakan pihaknya mencatat secara keseluruhan berdasarkan data yang dihimpun dari para peternak ada sekitar 1.500 sapi yang terpapar PMK.

Jumlah keseluruhannya ada sekitar 1.500 sapi, khusus untuk di Sukajaya mulai dari Sukawinatan, Suak Bato, Ponorogo, hingga Talang Jering, ada 150 sapi terpapar PMK, kata dia.

Original Source

Topik Menarik